Senin, 23 Oktober 2017

Top Traders

Alexander Elder: Trading For A Living (Bagian 2)

Rabu, 16 Juli 2014 10:49 WIB
Ditulis oleh: Putu Agus Pransuamitra / Head of Forex Market Desk
Dibaca 2994
Alexander Elder: Trading For A Living (Bagian 2)

Monexnews - Salah satu sistem rancangan Alexander Elder yang bermanfaat sebagai referensi bagi trader era modern adalah Triple Screen. Sistem ini telah dipakai sejak tahun 1985 dan dipublikasikan pertama kali oleh Futures Magazine pada bulan April 1986. Triple Screen bisa dikatakan lebih dari sekedar sistem trading. Sistem ini merupakan sebuah metode dan gaya trading, yang terbentuk dari kombinasi antara metode mengikuti tren (trend-following) dan teknik melawan tren (counter-trend).

Menurut Alexander Elder, pasar terlalu kompleks untuk dianalisa dengan satu indikator. Indikator yang berbeda dapat memberikan sinyal yang berbeda pada pasar yang sama. Ketika harga naik, indikator trend-following akan memberikan sinyal buy, sementara indikator Oscillator bisa berada pada wilayah jenuh beli (sinyal sell). Begitu pula sebaliknya, ketika harga turun indikator trend-following akan memberikan sinyal sell, sementara indikator Oscillator berada pada wilayah oversold (sinyal buy).

Indikator trend-following membuka peluang ketika pasar bergerak sesuai trend. Namun ketika harga bergerak dalam trading range, keuntungan atau kerugian bergerak fluktuatif. Sedangkan indikator Oscillator lebih efektif dalam trading range, namun rawan memberikan sinyal yang salah ketika harga akan membentuk trend. Sistem trading Triple Screen mengkombinasikan kedua indikator tersebut, dan didesain untuk mengurangi kelemahan serta mengeluarkan kekuatannya masing-masing.

Triple Screen terdiri dari long term time-frame untuk melihat pasang surut pasar (market tide) pada screen pertama. Selanjutnya intermediate time-frame berfungsi untuk melihat gelombang pasar (market wave) pada screen kedua. Dan yang terakhir, short term time-frame berguna untuk melihat riak pasar (market ripple) pada screen ketiga. Dalam sistem trading Triple Screen, time-frame utamanya adalah screen kedua atau intermediate time-frame.

Pada prinsipnya, sistem trading Triple Screen harus disertai analisa dari ketiga time-frame tadi. Screen pertama (time-frame mingguan) berfungsi untuk menganalisa tren jangka panjang dengan menggunakan indikator trend-following seperti MACD. Sementara screen kedua berfungsi untuk melihat kesempatan membuka posisi dengan menggunakan time-frame harian pada indikator Oscillator, seperti stochastic.

Berikut ini adalah contoh sederhana tentang penerapan sistem trading Triple Screen. Asumsikan screen pertama yang digunakan untuk melihat market tide memakai time-frame mingguan. Tren pergerakan harga tampak bullish karena indikator MACD yang terus bergerak naik. Beralih ke screen kedua, jika indikator stochastic berada pada wilayah oversold maka peluang untuk posisi buy terbuka. Namun jika indikator stochastic berada pada posisi overbought, maka sebaiknya jangan membuka posisi. Prinsip sebaliknya berlaku jika tren pada screen pertama menunjukkan bearish. Screen ketiga digunakan untuk mengidentifikasi riak (ripple) pada pasang surut pasar (market tide), yakni dengan memakai gerakan harga intraday untuk masuk ke pasar. Screen ketiga tidak membutuhkan indikator dan di-plot sebagai teknik untuk masuk ke pasar.

Teknik yang digunakan untuk masuk ke pasar yaitu trailing buy stop atau trailing sell stop, tergantung pada tren pasar. Teknik trailing buy stop  diterapkan ketika time-frame mingguan menunjukkan tren bullish. Sementara ketika time-frame harian, yang menggunakan indikator Oscillator, menunjukkan oversold maka trader dapat menempatkan order buy stop beberapa pip di atas level tertinggi hari sebelumnya. Dengan harapan, jika sukses menembus ke atas area tersebut, maka harga akan terus bergerak naik. Jika harga terus bergerak turun, maka order buy stop tidak akan tersentuh sehingga trader harus menurunkan level order buy stop beberapa pip di atas level tertinggi hari sebelumnya. Prinsip teknik trailing sell stop adalah kebalikan dari trailing buy stop. Metode untuk masuk ke pasar berdasarkan sistem trading Triple Screen diilustrasikan pada tabel berikut:

Weakly Trend

Daily Trend

Action

Order

Up

Up

Stand aside

None

Up

Down

Go long

Trailing buy-stop

Down

Down

Stand aside

None

Down

Up

Go short

Trailing sell-stop

Sumber: Elder, Trading For A Living (1993)

Pada sistem trading Triple Screen, stop-loss ditempatkan pada posisi yang dekat. Misalnya setelah membuka posisi buy, tempatkan stop-loss beberapa pip di bawah level terendah intraday atau level terendah hari sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, jika membuka posisi sell maka tempatkan stop-loss beberapa pip di atas level tertinggi intraday atau hari sebelumnya. Kemudian jika harga akhirnya bergerak seperti perkiraan, maka segera pindahkan stop-loss ke posisi break-even. Alasan dari penempatan stop-loss yang lebih dekat adalah untuk antisipasi jika pasar tidak bergerak sesuai perkiraan dan justru berubah secara fundamental. Dalam kasus ini sebaiknya posisi harus segera ditinggalkan.

Sementara penentuan time-frame sangat tergantung pada berapa lama trader menahan posisinya. Untuk trader yang menahan posisi selama beberapa hari, setting time-frame ideal adalah mingguan untuk screen pertama, harian untuk screen kedua dan 4 jam untuk screen ketiga. Sementara bagi trader yang menahan posisi kurang dari 1 jam, time-frame terbaik yang digunakan adalah 1 jam untuk jangka panjang, 10 menit untuk jangka menengah dan 2 menit untuk jangka pendek.

Baca soal psikologi trading ala Alexander Elder pada bagian 1 di halaman ini.

Dan soal money management pada bagian 3 di halaman ini.

Praktekan metode trading dari Alexander Elder dengan mendaftar demo account di sini: http://www.mifx.com/open-demo-account.php?Source=monexnews

Kirim Komentar Anda


Komentar