Senin, 24 Juli 2017

Top Traders

Alexander Elder: Trading For A Living (Bagian 3)

Rabu, 16 Juli 2014 10:56 WIB
Ditulis oleh: Putu Agus Pransuamitra / Head of Forex Market Desk
Dibaca 2427
Alexander Elder: Trading For A Living   (Bagian 3)

Monexnews - Trading merupakan suatu aktivitas yang menggairahkan. Selain rasa senang karena berhasil meraih keuntungan, seorang trader juga pasti mengalami perasaan kecewa akibat kerugian. Terlepas dari perang emosi yang dialaminya, trader sejati akan bersikap tenang dan tidak terlalu excited saat menerima keuntungan maupun kerugian. Trading berdasarkan emosi adalah musuh utama dari sebuah kesuksesan. Keserakahan dan ketakutan hanya bersifat menghancurkan sehingga intelektualitas lebih diperlukan ketimbang nyali besar.

Money management versi Alexander Elder dirancang atas tiga tujuan, yaitu agar trader dapat bertahan dan terhindar dari risiko yang dapat menendangnya keluar dari pasar. Tujuan kedua adalah menghasilkan return yang stabil dan tujuan ketiga yakni untuk mendatangkan keuntungan yang besar. Aturan utamanya tertuang dalam ungkapan “do not risk thy whole wad” atau jangan pertaruhkan semua di satu tempat. Trader yang payah melanggar prinsip tersebut dengan cara memasang posisi besar dalam satu transaksi. Kemudian ia terus memasang posisi dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih besar agar kerugian yang telah dialami bisa secepatnya ditutup. Money management yang baik akan menghindarkan trader dari kerugian besar di awal transaksi.

Seorang trader harus tahu seberapa besar kerugian yang sanggup diterimanya serta kapan dan di level berapa ia melakukan cut loss. Trader profesional akan keluar dari pasar secepat mungkin ketika ia merasa posisinya salah, kemudian baru masuk lagi di saat yang tepat. Sementara trader amatir justru bertahan dan berharap pasar akan bergerak mengikuti posisi mereka.

Manajemen Risiko

Jadi berapa idealnya risiko yang diambil? Menurut Elder, jumlah kerugian maksimal pada satu sesi perdagangan adalah sebesar 2% dari jumlah modal. Jadi, jika dihitung dengan modal awal sebesar $5.000, maka toleransi kerugian yang sehat tidak lebih dari $100 untuk satu transaksi. Semakin besar modal yang digunakan maka semakin besar pula risiko yang bisa dipertaruhkan. Dengan berpegang pada toleransi kerugian 1% hingga 2%, trader dapat melindungi prospek jangka panjang meskipun mengalami lima atau enam kerugian beruntun. Elder juga berpendapat bahwa seorang trader dapat mentoleransi batas kerugian sampai 6-8% dalam satu bulan. Dan jika batas tersebut sudah tersentuh dalam kurang dari satu bulan, maka disarankan untuk berhenti trading selama sisa hari dalam satu bulan itu. Gunakan waktu untuk mengevaluasi kembali metode, pasar dan tentunya kemampuan diri sendiri.

Saat mendapat sinyal untuk masuk ke pasar, trader harus mencermati dulu posisi stop loss yang tepat. Jika posisi yang akan diambil berpotensi menciptakan kerugian lebih dari 2% maka sebaiknya dibatalkan. Kalaupun ingin membuka posisi di lebih dari satu kontrak, pastikan total risiko maksimalnya 2%.

Sistem Martingale

Hindari Martingale atau metode money management lama yang kerap dipakai untuk berjudi. Dalam prinsip Martingale, pihak yang kalah akan melipatgandakan jumlah taruhan untuk mengembalikan modalnya. Misalnya seseorang konsisten bertaruh $100 ketika menang, namun saat dirinya kalah ia rela menaikkan taruhan jadi $200 dan baru kembali menaruh $100 kalau sudah menang lagi. Martingale bisa mengakibatkan kerugian trading besar jika kekalahan terjadi secara beruntun.

Apabila sukses dalam suatu transaksi, trader dapat memilih untuk mencairkan keuntungan atau menginvestasikannya kembali. Meskipun tergantung pada pilihan masing-masing, Alexander Elder menyarankan supaya keputusan itu diambil berdasarkan intelijensi dan bukan memakai emosi semata. Menurutnya, seorang trader profesional akan melikuidasi sebagian profit dan menempatkan separuhnya lagi untuk investasi. Sedangkan trader amatir biasanya akan mengambil semua keuntungan dan menggunakannya untuk keperluan pribadi. Hal ini mencerminkan kurangnya rasa percaya diri trader terhadap kemampuannya dalam menghasilkan profit. Padahal dengan menginvestasikan sebagian keuntungan, terbuka peluang untuk mendapat profit yang lebih besar karena jumlah posisi kontrak yang bisa dibuka juga menjadi lebih banyak. Atau trader dapat mempertahankan posisi dalam jangka panjang dengan menggunakan stop loss lebih lebar saat modalnya bertambah.

Prinsip Trading

“Keluar dari transaksi saat sedang merugi adalah pilihan yang sulit, namun keluar dari pasar ketika sedang untung adalah jauh lebih sulit,” demikian penegasan Elder dalam suatu kesempatan. Pernyataannya itu mengacu pada tindakan seorang trader ketika posisi yang dibukanya searah dengan pergerakan pasar. Bertambahnya profit akan memunculkan keraguan untuk keluar posisi ‘hanya’ dengan mengantongi keuntungan yang sudah didapat. Karena jika ia memutuskan keluar posisi dan pasar masih saja bergerak sesuai perkiraannya, maka akan timbul penyesalan. Biasanya setelah masuk posisi lagi, ia akan menahannya lebih lama dan di sinilah pasar kerap berbalik arah dan justru merugikan. Kesalahan terburuk seorang trader adalah menghitung profit ketika sedang membuka posisi. Padahal ia seharusnya mengingat tujuan money management yang ke-dua yaitu menghasilkan profit secara stabil dan keluar dari posisi ketika target keuntungan telah dicapai. Keserakahan hanya akan merusak pola pikir trader. Oleh karena itu, gunakan indikator yang mampu memberikan sinyal titik balik harga dan paling sesuai dengan karakteristik masing-masing. Tujuan ke-tiga dari money management bisa dicapai dengan cara menginvestasikan lagi sebagian profit demi keuntungan yang lebih besar.

Terdapat benang merah yang bisa ditarik dari pengalaman Alexander Elder selama berkecimpung di pasar keuangan. Di antaranya adalah selalu menempatkan stop-loss ketika masuk ke pasar dan batas toleransi kerugian maksimal 2%. Ketika harga bergerak sesuai harapan, segera pindahkan stop-loss ke posisi impas atau break even. Geser stop-loss apabila harga terus bergerak untuk melindungi profit. Dengan mengkombinasikan tiga hal penting dalam Trading yaitu psikologi, sistem Trading dan money management, maka seorang trader dapat memiliki kinerja transaksi yang baik pula. Musuh utama seorang trader adalah dirinya sendiri. Sebaik apapun money management, kerugian akan tetap menghampiri apabila sistem trading-nya buruk. Mulailah dengan menaklukkan diri sendiri, ciptakan sistem trading yang sesuai dengan karakter dan terapkan money management yang disiplin untuk menghasilkan profit. 

Baca soal psikologi trading ala Alexander Elder pada bagian 1 di halaman ini.

Dan soal sistem trading pada bagian 2 di halaman ini.

Praktekan metode trading dari Alexander Elder dengan mendaftar demo account di sini: http://www.mifx.com/open-demo-account.php?Source=monexnews

Kirim Komentar Anda


Komentar