Sabtu, 21 Oktober 2017

world-economy  World Economy

2013 Jadi Momen Terburuk bagi Pelaku Industri Komputer

Jumat, 10 Januari 2014 10:12 WIB
Dibaca 598

Monexnews - Industri komputer sedang menapaki masa-masa sulit akibat tergusur oleh trend penggunaan perangkat mobile seperti tablet dan smartphone. Hasil penelitian terbaru menunjukkan kalau masyarakat dunia mulai meninggalkan komputer personal dalam kesehariannya.

Menurut data yang dikompilasi oleh lembaga riset Gartner dan IDC, jumlah pengiriman komputer personal atau PC merosot 10% di tahun 2013. Persentase tersebut menandai penurunan terburuk dalam sejarah penjualan komputer.

Untuk wilayah Amerika Serikat, Apple menjadi merk yang peningkatan jumlah pengiriman komputernya paling tinggi pada tahun 2013 dengan rasio pertumbuhan 28.5%. Di belakangnya menyusul Dell dan Lenovo dengan persentase kenaikan dibandingkan 2012 sebesar 7.4% dan 3.5%. Adapun Toshiba dan Hewlett Packard mengalami penurunan laju pertumbuhan di Amerika sebesar 13.9% dan 10.3%.

Pasar komputer semakin lesu karena konsumen beralih ke perangkat tablet dan ponsel cerdas. Perusahaan spesialis komputer seperti Microsoft dan Intel mengalami penurunan marjin penjualan, mengingat permintaan produk seperti software dan prosesor terus berkurang. Sistem operasi Windows diprediksi hanya akan berkontribusi 15% terhadap total pengiriman PC tahun ini. Guna menutup penurunan laba, Microsoft mengambilalih Nokia, yang kemudian dimanfaatkan sebagai produk andalan bagi sistem operasi Windows.

Sementara Intel masih gagal menembus pasar ponsel cerdas karena inovasi teknologinya belum semaju pembuat prosesor lain yang lebih dulu bermain di industri mobile. Setelah tiga dekade meraup laba dari industri komputer, Intel kini harus berjuang untuk bisa menjejakkan kaki di pasar teknologi. Peralihan market dari komputer personal ke perangkat mobile dan tablet membuat produsen chip ini kehilangan penghasilan.

Pihak direksi Intel sempat mengakui kalau mereka menjadi korban transisi gadget dan gagal mengikuti arus perubahan. Kekurangan itulah yang membuat nama besar Intel pudar di tengah geliat industri tablet dan ponsel pintar dunia. "Kami menanggung akibat dari lesunya penjualan komputer dan laptop," ujar Andy Bryant, Presiden Intel kepada media di penghujung tahun lalu.Walaupun harga komputer terus jatuh karena minimnya permintaan, bos Intel percaya diri kalau pertumbuhan produk layanan datanya naik 15% per tahun sampai 2016 mendatang. Sedangkan di sektor mobile, Intel masih harus berjuang keras memenangkan hati klien yang membutuhkan chip prosesor mumpuni dalam ponsel dan tabletnya. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar