Rabu, 20 September 2017

world-economy  World Economy

6 Tahun Vakum, Indonesia Ingin 'Come Back' ke OPEC

Kamis, 7 Mei 2015 13:45 WIB
Dibaca 4045

Monexnews - Indonesia dikabarkan berencana untuk gabung lagi dengan Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC setelah genap 6 tahun meninggalkan kartel minyak terbesar dunia itu. Namun come-back Indonesia bukan dalam posisinya sebagai negara produsen, melainkan hanya sebagai anggota pemantau atau observer.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, kepada awak media menegaskan bahwa Indonesia ingin memiliki ruang interaksi yang lebih luas dengan pasar minyak dunia. Pemerintah memandang cara terbaik adalah dengan memiliki akses ke dalam setiap event penting OPEC sebagai pemantau.

Indonesia tidak lagi menjadi anggota OPEC sejak masa berlakunya kadaluarsa 1 Januari 2009 lalu. Status keanggotaan terpaksa dilepas karena Indonesia bukan lagi negara eksportir minyak, dan statusnya berbalik menjadi importir utama energi dunia sejak awal tahun 2000-an. Sekarang pemerintah masih kewalahan untuk menggenjot hasil produksi dari hanya 830.000 barel per hari guna memenuhi tingginya konsumsi energi domestik.

Pemerintah Indonesia tertarik untuk memperbarui statusnya di OPEC karena punya kekhawatiran besar terhadap pergerakan harga minyak di pasaran. Sebagai organisasi penting, OPEC dianggap punya peran besar dalam mengelola harga di masa depan. Pemerintah ingin ambil bagian untuk melihat langsung proses pengambilan keputusan, terutama yang menyangkut pembatasan atau penambahan produksi.

OPEC sendiri dijadwalkan bertemu awal Juni guna membahas kondisi terkini di pasar energi dunia. Pengamat perminyakan dunia memprediksi tidak akan ada perubahan kebijakan dalam waktu dekat, walaupun beberapa negara anggota menginginkan organisasi berusaha lebih keras untuk mengerek harga. Tanpa kenaikan harga signifikan, neraca keuangan beberapa negara anggota bisa semakin timpang.

Selain Indonesia, Rusia juga dikabarkan ingin semakin lebih dekat ke OPEC. Sebagai salah satu produsen terbesar, Rusia ingin diajak konsultasi dalam setiap kebijakan.(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar