Minggu, 24 September 2017

world-economy  World Economy

Abe Melangkah Menuju Kenaikan Pajak, Siapkan Stimulus

Selasa, 10 September 2013 16:32 WIB
Dibaca 564

Monexnews - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memerintahkan aparatur pemerintahannya pada hari Selasa untuk merancang kebijakan guna menyokong perekonomian dan meredam dampak kenaikan pajak penjualan nasional. Didukung oleh data yang menunjukkan perekonomian Jepang pulih dengan cepat dan keberhasilan dalam menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, Abe tidak membuang-buang waktu dalam mempersiapkan kerangka kerja untuk kenaikan pajak pada bulan April.

Ia mengatakan pada kabinetnya untuk “merancang kebijakan yang kuat sebagai sebuah paket, termasuk strategis pertumbuhan, hingga akhir bulan ini," ucap Menteri Perekonomian Akira Amari. Berarti kebijakan akan diputuskan pada tanggal 1 Oktober nanti, ketika Perdana Menteri juga akan memutuskan mengenai kenaikan pajak, langkah berarti pertama bagi Tokyo untuk mengatasi hutang publik yang melambung, yang dianggap penting untuk mempertahankan kepercayaan investor.

Abe menjalankan rencananya dengan hati-hati seiring banyak politisi menyalahkan kenaikan pajak terakhir di tahun 1997 sebagai penyebab resesi. Perekonomian telah berkembang sejak Abe menjabat di bulan Desember dengan mengambil kebijakan fiskal, pelonggaran moneter dan pendorong pertumbuhan, namun pemulihan masih rapuh. Kendati demikian, paket belanja, yang nampaknya akan melebihi 20 milyar dollar, dan kebijakan yang termasuk pemangkasan pajak perusahaan menunjukkan bahwa Abe sedang bergerak menuju kenaikan pajak, tahapan pertama dari rencana melipatgandakan pajak penjualan menjadi 10% dalam waktu 2 tahun.

Data ekonomi yang kuat telah melemahkan posisi penasihan luar Abe yang berpendapat bahwa Jepang seharusnya keluar dari deflasi terlebih dahulu sebelum pemerintah menaikkan pajak penjualan. Abe tidak menyebutkan jumlah stimulus secara spesifik namun mengatakan stimulus akan cukup untuk mengatasi dampak kenaikan pajak, ucap Amari. Itu artinya, paket tersebut harus bernilai 2 trilyun yen atau lebih, menurut Amari. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar