Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

Abe Perintahkan Pengkajian Alokasi Portofolio Dana Pensiun Jepang

Jumat, 6 Juni 2014 17:12 WIB
Dibaca 616

Monexnews - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memerintahkan pengkajian lebih awal pada portofolio dana pensiun Jepang, menurut Menteri Kesehatan Norihisa Tamura hari ini, di tengah spekulasi bahwa dana pensiun Jepang sudah membeli lebih banyak saham. Tamura akan meminta Government Pension Investment Fund senilai 128.6 trilyun yen (1.3 trilyun dollar) untuk melakukan perombakan pada investasinya, ucapnya di Tokyo. Abe mendesak agar perubahan diumumkan di bulan September atau Oktober, menurut laporan suratkabar Nikkei hari ini.

“Kita haru memulai pengkajian ulang secepat mungkin,” ucap Tamura. “Situasi perekonomian sedang berubah. Lingkungan investasi juga berubah. Jika kita mengkaji ulang portofolio untuk menyesuaikan dengan hal tersebut, maka kita dapat mengurangi resiko.”

Investor sedang menantikan dana pensiun milik Jepang, yang dipimpin oleh GPIF, untuk beralih menuju saham seiring Bank of Japan memicu inflasi yang beresiko mengikis nilai obligasi. Indeks bursa saham Topix turun sebanyak 5.2% tahun ini, menambah tekanan pada Abe untuk membuktikan bahwa kebijakannya dapat memicu pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Trust banks, yang melakukan buy dan sell selaku investor yang telah pensiun, mengalirkan jumlah uang paling banyak menuju saham lokal dalam 5 tahun seiring aksi jual pihak asing, memicu spekulasi bahwa GPIF sudah membeli saham.

“Desakan untuk mempercepat perubahan tersebut bagus untuk pasar,” ucap Masaru Hamasaki, strategis senior pada Sumitomo Mitsui Asset Management Co di Tokyo. “Merubah alokasi 3 bulan setelah hasil review dana pensiun keluar akan menjadi jadwal yang ketat, namun jika Perdana Menteri telah meminta hal ini menurutku mereka akan tepat waktu.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar