Selasa, 12 Desember 2017

world-economy  World Economy

ADB: Perekonomian Thailand Terburuk di Asia Tenggara

Kamis, 25 September 2014 11:31 WIB
Dibaca 3556

Monexnews - Asian Development Bank (ADB) memangkas target pertumbuhan ekonomi Thailand untuk tahun 2014 dari 2.9% menjadi 1.6%. Langkah itu tertulis dalam laporan outlook tahunan terbaru pekan ini. 

Menurut ADB, Thailand adalah negara dengan kinerja ekonomi terburuk di tahun 2014. Faktor terbesar yang menekan laju ekonomi tidak lain adalah konflik kekuasaan, yang efeknya menghambat minat investasi dan aktivitas bisnis. Dengan adanya penurunan target pertumbuhan negeri gajah putih, maka perekonomian Asia Tenggara diprediksi ikut tergerus dari 5% menjadi 4.6%.

Inflasi Thailand diperkirakan turun dari prediksi awal 2.4% per tahun menjadi hanya 2.2% sebelum ditargetkan bisa naik menjadi 2.6% tahun depan. Inflasi rata-rata Thailand adalah yang terendah ke-dua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Dari 11 negara penting di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan iklim bisnis dan penanaman modal terburuk di tahun 2014. Di tengah kisruh kekuasaan yang berlangsung lama, pertumbuhan investasi di negara ini semakin lesu saja.

Menurut data yang dirilis badan koordinasi penanaman modal Thailand, jumlah investasi sepanjang 8 bulan pertama 2014 anjlok 27.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan penurunan dalam hal jumlah pengajuan investasi lebih parah lagi yakni mencapai 38.2%.

Sektor-sektor ekonomi riil yang selama ini menjadi mesin pencetak uang bagi onvestor asing dan lokal, seperti otomotif , juga tidak lagi mampu menghasilkan performa baik sepanjang tahun ini. Thailand bahkan diramalkan harus merelakan statusnya sebagai pangsa pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara kepada Indonesia. Kecilnya angka penjualan kendaraan bermotor dalam beberapa bulan terakhir menjadi landasan proyeksi tersebut.

Angka penjualan Indonesia akan mencapai sekitar 1.2 juta unit di tahun 2014 atau lebih tinggi dibandingkan estimasi penjualan kendaraan di Thailand yang mentok di 1 juta unit. Sementara menurut data Bloomberg, angka penjualan kendaraan di Indonesia naik 6.6% di semester pertama 2014, sementara di Thailand jumlah penjualannya justru minus 40%. Angka penjualan di Thailand terus menurun karena negara itu dilanda konflik politik yang berujung pada kudeta tanggal 22 Mei lalu. Kondisi yang tidak menentu telah membuat perekonomian nasional jatuh ke dalam jurang resesi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar