Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

ADB: RI Lebih Siap Hadapi Gejolak Pasar

Jumat, 4 Oktober 2013 9:57 WIB
Dibaca 270

Monexnews - Indonesia saat ini berada di posisi yang lebih siap untuk menghadapi gejolak pasar dibandingkan saat krisis global tahun 2008-2009. Hal tersebut tercantum dalam laporan terbaru Asian Development Outlook (ADO) 2013 Update yang dipublikasikan oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) pada Rabu (2/10).

Berdasarkan laporan ADO, cadangan devisa Indonesia tercatat telah mengalami perbaikan. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai mekanisme tambahan apabila situasi memburuk, antara lain instrumen pertukaran (swap facilities) dengan beberapa negara serta mekanisme pendanaan alternatif (contingent) dari lembaga-lembaga pembangunan internasional.

Kebijakan pemerintah dalam pengurangan subsidi bahan bakar juga diapresiasi oleh ADB. Dalam laporannya, ADB menilai, pengurangan subsidi bahan bakar juga berkontribusi pada penguatan posisi fiskal negara serta memberikan keleluasaan anggaran bagi berbagai program ekonomi dan sosial pemerintah.

Selain itu, ADB juga mengingatkan agar Pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi defisit transaksi secara berkesinambungan dengan mempercepat reformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing ekonomi, khususnya dalam memacu peningkatan ekspor dari sektor industri. Upaya yang sama juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan memacu produktivitas tenaga kerja.

Tercatat dalam laporan ADO, angka proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2013 mengalami koreksi turun menjadi 5,7 persen dari prediksi pada Bulan April lalu yang sebesar 6,4 persen. Sementara, untuk tahun 2014, ADB juga menyesuaikan proyeksinya atas PDB Indonesia, yaitu dari 6,6 persen menjadi 6,0 persen. “Ekonomi Indonesia diperkirakan akan lebih lambat dari perkiraan semula, karena adanya berbagai kebijakan yang diambil untuk mengendalikan inflasi serta defisit neraca berjalan akan memengaruhi laju pertumbuhan,” demikian dijelaskan Deputy Country Director ADB untuk Indonesia Edimon Ginting.(ak)


Sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia


www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan



(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar