Selasa, 17 Januari 2017

world-economy World Economy

AIF Mulai Aktivitasnya, RI Dapat Pinjaman 25 Juta Dolar AS

Rabu, 4 Desember 2013 15:56 WIB
Dibaca 368

Monexnews - The ASEAN Infrastructure Fund Ltd. (AIF) telah memulai aktivitasnya dengan memberikan pinjaman sebesar 25 juta dolar AS untuk mendanai jaringan listrik di Indonesia. Hal ini menandai dimulainya sumber pendanaan bagi pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh kawasan ini.

“Diluncurkannya operasi pinjaman AIF adalah langkah penting bagi upaya mobilisasi sumber daya di ASEAN yang diarahkan bagi pengembangan infrastruktur di kawasan ini. Kami juga sangat gembira bahwa pendanaan pertama AIF diperuntukkan bagi Indonesia,” demikian disampaikan  Wakil Menteri Keuangan II yang juga Ketua Dewan Direksi AIF Bambang P.S. Brodjonegoro pada selasa (3/12).   

Keperluan pendanaan bagi pengembangan infrastruktur di negara-negara ASEAN diperkiraan akan mencapai 60 miliar dolar AS per tahun antara 2010-2020. Meskipun Asia Tenggara memiliki tingkat simpanan swasta dan cadangan devisi yang tinggi, dana-dana tersebut kebanyakan diinvestasikan di luar Asia. “Diluncurkannya pinjaman oleh AIF membuka era baru dalam investasi berbasis ASEAN, dan memberi kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk mengarahkan serta memanfaatkan sumber daya yang ada untuk pembangunannya sendiri,” ujar Deputi Direktur Jenderal Departemen Asia Tenggara, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) yang juga anggota Dewan Direksi AIF Ramesh Subramaniam. “Ini hanyalah proyek AIF yang pertama. Ke depannya, kita dapat berharap adanya serangkaian proyek selanjutnya di 2014,” tambahnya.

AIF direncanakan dapat mendanai sebanyak-banyaknya 300 juta dolar AS setiap tahun untuk berbagai proyek pengembangan jalan raya, jalur kereta api, jaringan listrik, saluran air, serta sarana dan prasarana penting lainnya. Proyek-proyek tersebut diseleksi berdasarkan dampaknya pada upaya pengurangan kemiskinan serta imbal balik ekonomis yang layak.

Pinjaman pertama AIF ini akan membantu pendanaan bagi perluasan jaringan transmisi listrik dari Jawa ke Bali dan mengatasi kelemahan sistem yang telah mengakibatkan banyaknya pemadaman listrik di pulau yang bergantung pada pendapatan dari turisme tersebut. Proyek senilai 410 juta dolar AS tersebut juga turut didanai oleh investasi dari Pemerintah Indonesia serta pinjaman dari ADB.

Sebagai informasi, kesepakatan Pemegang Saham bagi pendirian AIF ditandatangani pada September 2011 oleh negara-negara ASEAN dan ADB. Kesepakatan ini mengatur penyertaan modal dan kontribusi setiap negara anggota. AIF dibentuk di Malaysia pada April 2012, dan sepenuhnya beroperasi pada 2013. Termasuk dalam jajaran pemegang saham adalah Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan ADB. Dalam AIF, ADB bertindak sebagai pengelola dan penyedia dukungan teknis. ADB juga berperan sebagai pencatat pinjaman bagi AIF.(ak)


Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar