Selasa, 25 Juli 2017

world-economy  World Economy

Akibat Kenaikan BBM, PMI Indonesia Tembus Rekor Rendah

Senin, 1 Desember 2014 10:53 WIB
Dibaca 583

Monexnews - Angka Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur Indonesia anjlok tajam di bulan November 2014. PMI versi HSBC turun ke rekor terendahnya akibat terimbas oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

PMI Indonesia sebenarnya sudah termasuk rendah dalam beberapa bulan terakhir karena volume permintaan menurun dari waktu ke waktu. Kenaikan harga BBM tengah bulan lalu kian memperburuk kondisi, sehingga PMI manufaktur HSBC turun dari angka 49.2 yang tercatat bulan Oktober lalu ke 48.0.

"Hasil data PMI terbaru menunjukkan betapa suramnya kinerja manufaktur Indonesia di bulan November. Operasional pabrikan memburuk dalam laju tercepatnya dalam 44 bulan terakhir," ujar Ekonom HSBC, Su Sian Lim. Seperti diketahui, hasil data di bawah angka 50.0 menunjukkan bahwa kinerja sektor manufaktur suatu negara mengalami kontraksi (pelemahan). Penurunan aktivitas sektor manufaktur merupakan konsekuensi dari kebijakan pengurangan subsidi BBM yang bertujuan untuk menggerus beban defisit neraca transaksi berjalan.

Lim meyakini bahwa kondisi yang sama akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, meski nantinya efek kenaikan harga BBM sudah dicerna oleh pelaku ekonomi. "Kombinasi antara pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang produksi," tegasnya kepada Dow Jones Newswires. Akan tetapi, Lim juga percaya bahwa arus permintaan akan membaik dan mengimbangi efek-efek buruk tersebut.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar