Jumat, 20 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Aksi Teror Menyerang Pusat Kota Sydney

Senin, 15 Desember 2014 10:33 WIB
Dibaca 862

Monexnews - Puluhan sandera terjebak di dalam sebuah cafe di pusat Sydney pada hari Senin, dengan televisi lokal menunjukkan sejumlah sandera dipaksa untuk memampangkan bendera hitam dengan tulisan bahasa arab di Jendela, menimbulkan kecemasan terhadap serangan yang berkaitan dengan pihak militan Islamik. Perdana Menteri Tony Abbott, yang telah memperingatkan rencana militan untuk menyerang Australia, mengatakan ia sedang mengadakan pertemuan dengan komite keamanan nasional untuk briefing mengenai situasi pada Lindt Cafe di pusat dagang ibukota.

"Polisi sedang menghadapi insiden bersenjata dan petugas spesialis berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak yang berada di dalam cafe," menurut pernyataan New South Wales Police. Australia, yang mendukung Amerika Serikat dan langkah-langkahnya melawan ISIS di Suriah dan Irak, tengah berada dalam kondisi siaga terhadap serangan dari pihak Muslim radikal atau mereka yang pulang dari konflik di Timur Tengah.
Petinggi Lindt Australia mengatakan ada sekitar 10 pegawai yang bekerja di cafe tesebut, menurut laporan Sky Business. CEO Steve Loane juga mengatkan "kemungkinan ada 30 pelanggan" di dalam cafe, menurut Sky Business. Puluhan polisi bersenjata berat ditempatkat di sekitar cafe di Martin Place, markas Reserve Bank of Australia, bank-bank komersil dan dekat dengan parlemen neara bagian New South Wales.
Pemerintah Australia menunda perilisan anggaran tengah tahun akibat ancaman keamnan di Sydney. Menteri Keuangan Joe hockey tadinya berencana akan mengumumkan rencana defisit dan belanja pada review ekonomi dan keuangan tengah tahun pada pagi ini.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar