Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Amerika Mulai Gerah dengan Trend Pelemahan Yuan

Rabu, 16 April 2014 9:49 WIB
Dibaca 1575

Monexnews - Pemerintah Amerika Serikat menunjukkan sikap keberatan terhadap trend pelemahan nilai tukar Yuan terhadap Dollar dalam beberapa waktu terakhir. Walaupun depresiasi kurs valuta China menguntungkan bagi negara itu, pihak Washington menganggap strategi pelemahan mata uang adalah cara yang curang.

Tema currency wars kembali mengemuka setelah China mendorong pelemahan nilai tukar domestik untuk kepentingan nasional. Sebagai negara berbasis ekspor, depresiasi valuta memang sangat menguntungkan China karena membuat harga produk ekspornya lebih murah di luar negeri. Dan disadari atau tidak, strategi pelemahan kurs telah menjadi bagian dari portofolio kebijakan bank sentral.

Kantor administrasi Barack Obama pada hari Selasa waktu Amerika mengirim peringatan kepada pihak Beijing perihal kinerja mata uangnya dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Amerika menegaskan senantiasa awas dengan kondisi pasar uang dan mulai tidak suka dengan pergerakan Yuan. Mata uang China ini dianggap sudah 'sangat lemah' dibandingkan seharusnya.

Dalam laporan semi-tahunan kepada kongres, departemen keuangan memang tidak lagi menyebut China sebagai 'tukang manipulasi mata uang'. Namun pemerintah tetap menganggap ada sesuatu yang salah dengan kebijakan moneter negara itu. "Kondisi terkini (di pasar uang) memperlihatkan bahwa China enggan membiarkan valutanya menguat. Hal ini bertentangan dengan komitmen mereka untuk melepas performa valutanya ke mekanisme pasar," demikian salah satu bagian dari isi laporan Gedung Putih kepada kongres. Pihak Beijing sendiri belum memberi komentar apapun terkait klaim Washington.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar