Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Amerika Terbitkan Aturan Kredit Rumah yang Lebih Ketat

Kamis, 10 Januari 2013 14:48 WIB
Dibaca 599

Monexnews - The Consumer Financial Protection Bureau Amerika Serikat mengumumkan aturan baru kredit sektor perumahan. Tujuannya adalah untuk melindungi pihak kreditur dari kredit macet akibat kegagalan bayar dan hak-hak konsumen yang mengajukan permohonan.

Aturan terbaru yang dirilis oleh pemerintah federal dirancang untuk menghindari kesemrawutan kredit rumah seperti yang terjadi tahun 2007 silam. Krisis finansial yang terjadi sekitar 5 tahun lalu dipicu oleh bubble sektor properti, di mana pihak bank terlalu banyak menyetujui aplikasi kredit nasabah yang sebenarnya tidak layak untuk mengambil hunian. Ketika itu bank seringkali tidak melakukan kroscek dokumen, tidak menetapkan nilai kredit sesuai kemampuan pemohon dan tidak mengevaluasi apakah pihak peminjam memiliki pendapatan yang cukup untuk membayar cicilannya. Kini setelah adanya peraturan baru, segala kriteria peminjaman harus diperiksa oleh bank sebelum nasabah mendapat status 'qualified'. Dengan aturan yang lebih ketat, bank bisa terlindungi dari tuntutan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan, khususnya mereka yang terkait dengan penurunan nilai surat hutang berbasis perumahan.

"Aturan ini tidak hanya melindungi konsumen dari 'bad loans' tetapi juga melindungi pihak bank dari tuntutan hukum," demikian ungkap Davis Stevens, CEO Mortgage Bankers Association. Stevens menilai bank yang tidak mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah justru bisa dirugikan apabila muncul gugatan hukum sewaktu-waktu.

Adapun lembaga peminjam yang dipayungi oleh aturan baru ini yaitu bank nasional utama Amerika, bank simpan pinjam, bank komunitas dan koperasi. Sementara untuk menilai apakah suatu proposal kredit pinjaman 'layak' atau tidak, ada beberapa poin utama yang harus dipenuhi, yakni:


- Nilai pendapatan dan aset harus cukup untuk membayar pinjaman


- Pihak peminjam harus mencantumkan rincian pekerjaannya


- Nilai kredit harus memenuhi standar minimum bank


- Nilai cicilan bulanan harus sesuai kemampuan peminjam


- Pihak peminjam harus mampu membayar beban hutang yang terkait dengan properti, misalnya ekuitas pinjaman perumahan


- Pihak peminjam harus mampu membayar segala kewajiban dalam kepemilikan rumah, seperti pajak dan lain sebagainya


- Pihak bank harus memperhitungkan jumlah hutang-hutang lain dari pihak peminjam, misalnya kredit sekolah, kredit mobil atau hutang kartu kredit


Bagaimana jika pihak peminjam tidak memenuhi semua kriteria tersebut? Kredit rumah masih bisa disetujui hanya jika nilai cicilan tidak melebihi 43% dari jumlah gaji sebelum pajak sang peminjam. Aturan ini mulai berlaku tanggal 21 Januari 2013, namun pihak bank memiliki waktu 12 bulan untuk mengimplementasikannya secara penuh.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar