Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Antisipasi Aksi Teroris, Pemerintah AS Perketat Keamanan di Lokasi Strategis

Rabu, 29 Oktober 2014 12:03 WIB
Dibaca 469

Monexnews - Kepolisian Amerika Serikat memperketat pengamanan di berbagai lokasi strategis, khususnya kantor-kantor pemerintahan mulai hari Selasa (28/10). Hal ini sebagai antisipasi atas merebaknya isu terorisme yang digulirkan oleh beberapa organisasi garis keras.

Menurut Homeland Security Department atau Departemen Keamanan Dalam Negeri, pengamanan di beberapa area strategis diperketat karena ada ancaman terosis, khususnya setelah terjadi penyerangan kantor parlemen Kanada pekan lalu. Memang belum ada informasi terpercaya soal rencana penyerangan ke Amerika oleh pihak luar, namun pemerintah melihat adanya isu teror di media sosial yang dikemukakan oleh organisasi aliran kiri semacam ISIS dan al Qaeda. "Demi keamanan dan perlindungan kepada instalasi pemerintah, kami meningkatkan pengawasan," ujar Jeh Johnson, Sekretaris Keamanan Homeland.

Menurut Johnson, pengetatan keamanan dilakukan karena banyak sekali ancaman teror dari organisasi teroris, yang tidak hanya ditujukan kepada Amerika namun juga disampaikan kepada negara tetangga seperti Kanada. Oleh karena itulah jumlah personel keamanan pada kantor-kantor pemerintahan diperbanyak terutama di kota-kota penting seperti Washington.

Sebanyak 9500 fasilitas berada dalam pengawasan ketat Federal Protective Service, namun pihak berwenang tidak mengumumkan lokasi mana saja. "Aparat pusat dan daerah harus waspada menghadapi kemungkinan serangan pihak luar, terutama dalam skala kecil baik yang dilakukan oleh kelompok maupun perorangan.

Hari Rabu pekan lalu, seorang bernama Michael Zebaf-Bibeau ditembak mati oleh kepolisian Kanada. Sebelum tewas, pria yang diduga pecandu narkoba ini sempat melepas tembakan membabi buta di taman memorial Ottawa dan sempat menembak seorang tentara sampai meninggal. Menurut kepolisian Kanada, Zehaf-Bibeau adalah penganut idologi garis keras yang sudah merencanakan aksi terornya. Indikan ini terlihat dari rekaman video sebelum ia melakukan aksi gila di tempat umum.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar