Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

AS Mendorong Ukraina Untuk Tetap Adakan Pemilu Tanggal 25 Mei

Rabu, 7 Mei 2014 9:06 WIB
Dibaca 448

Monexnews -

AS mendesak Ukraina untuk melanjutkan proses pemilu presiden pada tanggal 25 Mei, dan menolak seruan dari Rusia untuk menunda pemilu tersebut di tengah pemerintahan di Kiev sedang melancarkan serangan terhadap separatis di wilayah timur dan selatan Ukraina.

Menteri luar negeri AS, John Kerry kemarin mengatakan bahwa AS akan tetap menjatuhkan sanksi di sektor ekonomi pada Rusia “jika elemen dari Rusia terus menyabotase proses demokrasi” di Ukraina. Dia berbicara beberapa jam setelah Menteri luar negeri Sergei Lavrov mengatakan bahwa Ukraina seharusnya menulis ulang konstitusi sebelum mengadakan pemilu.

“Apa yang bisa lebih masuk akal daripada membiarkan negara ini yang sedang di kepung untuk melaksanakan pemilu untuk mendapatkan legitimasi mereka untuk pemerintahan yang baru dengan semua orang bisa mengikuti pemilihan?” kata Kerry pada konfrensi pers di Washington dengan kepala pembuat kebijakan asing Uni Eropa Catherine Ashton.

Pemerintah Ukraina dan AS serta Uni Eropa  menuduh Rusia mengobarkan kerusuhan di timur Ukraina dan telah menjatuhkan sanksi pada orang-orang dan perusahaan yang dekat dengan presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka mengancam akan memperluas sanksi jika Rusia tidak hentikan dukungan pada separatis sebelum pemilu Presiden.

Lavrov sewaktu di Vienna saat dia bertemu mitranya dari Jerman mengatakan, bahwa akan menjadi “lebih logis dan adil” untuk Ukraina untuk menyelesaikan konstitusi pada musim gugur dan kemudian mengadakn pemilu pada akhir tahun, seperti yang di perkirakan di bulan Februari.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar