Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

AS Siaga Hadapi Kasus Ebola

Rabu, 1 Oktober 2014 8:59 WIB
Dibaca 410

Monexnews - AS kini tengah bersiaga menghadapi kasus ebola, penyakit yang telah menewaskan 3.000 orang di Afrika Barat. Pusat pengendalian penyakit AS (CDC) dan Departemen Kesehatan Texas mengkonfirmasi adanya pasien yang terjangkit eboladi dan sedang dirawat di Texas Health Presbyterian Hospital. Pasien tersebut tiba di Texas dari Liberia 10 hari lalu untuk mengunjungi keluarganya. Pasien tersebut menunjukan gejala ebola pada 24 September dan telah diisolasi.

Rumah sakit Texas tengah melakukan perawatan intensif sedangkan CDC melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan monitar orang-orang yang telah mengalami kontak langsung dengan pasien. Ini bukan pertama kalinya kasus ebola ditangani di AS namun ini pertama kalinya ada pasien yang terjangkit ebola di AS. Ini telah menimbulkan kecemasan bahwa akan ada orang lain yang akan terjangkit penyakit ebola dan mungkin menimbulkan wabah. "Saya yakin, kami dapat mengendalikan kasus ebola ini sehingga tidak menimbulkan wabah," tutur Direktur CDC Tom Frieden.

Gejala ebola muncul 2-21 hari setelah pasien terinfeksi. Gejala yang muncul termasuk demam, muntah, dan diare. Frieden menegaskan bahwa ebola tidak menyebar melalui udara namun tersebar melalui kontak langsung seperti darah, diare, dan air mata. Sementara itu, beberapa saham perusahaan farmasi yang dinilai berpotensi  menghasilkan obat ebola melejit pasca munculnya kasus ebola di negeri Paman Sam. Saham Tekmira Pharmaceuticals, BioCryst Pharmaceuticals, dan Sarepta Therapeutics masing-masing rally 20,6%, 14,5%, dan 8,2%. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar