Sabtu, 29 Juli 2017

world-economy  World Economy

Aset Negara Banyak dan Beragam, Pemerintah Tak Akan Kesulitan Biayai Pembangunan

Jumat, 26 September 2014 11:12 WIB
Dibaca 427

Monexnews - Indonesia memiliki aset negara yang sangat beragam dan banyak jumlahnya. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin suatu saat nanti pemerintah tidak akan mengalami kendala dalam mencari pembiayaan bagi pembangunan.

“Negara ini betul-betul memiliki aset atau Barang Milik Negara (BMN) yang betul-betul bervariasi, yang sebetulnya luar biasa, mengapa? Karena begitu banyak,” ungkap Menteri Keuangan M. Chatib Basri dalam acara Refleksi dan Apresiasi Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) pada Kementerian/Lembaga Tahun 2013 yang diselenggarakan di Aula Dhanapala, Jakarta, Rabu (24/9).

Kementerian Keuangan sendiri melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah berusaha meningkatkan kualitas pengelolaan aset-aset negara, antara lain melalui penyempurnaan peraturan dan perbaikan proses bisnis dalam pengelolaan BMN. Menkeu berharap, ke depan, DJKN dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara dalam konteks yang lebih luas, termasuk pengelolaan aset negara yang berupa kekayaan alam.

“Mungkin di dalam pemerintahan ke depan atau berikutnya, itu bisa menjadi sebuah buku mengenai neraca kekayaan negara, di mana itu mencakup bukan hanya helikopter, tank, istana, gedung-gedung, tetapi juga sebuah buku mengenai aset dari kekayaan alam yang dimiliki negara,” ungkapnya.

Hal tersebut, menurut Menkeu, mengacu pada amanat pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. “Kalau kita kembali ke pasal 33 (UUD 1945), bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, artinya coverage-nya itu bisa menjadi jauh lebih besar,” papar Menkeu.

Jika aset-aset negara, termasuk kekayaan alam telah terkelola dengan baik, Menkeu meyakini pemerintah tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam mencari pembiayaan bagi pembangunan. “Bisa dibayangkan kalau ini yang terjadi, ini saya bicara agak teknis dari segi finance, itu bukunya akan besar sekali nilai asetnya. Itu kalau digunakan sebagai leverage, maka kebutuhan kita mengenai pembiayaan pembangunan tidak akan menjadi terlalu sulit,” paparnya.(wa)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan 

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar