Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Asia Bersiap Menjelang Data China Pekan Ini

Senin, 14 April 2014 9:33 WIB
Dibaca 405

Monexnews - Data penting dari negara perekonomian terbesar kedua dunia akan menjadi pusat perhatian pasar pekan ini, dengan pertumbuhan growth domestic product (GDP) kuartal pertama, penjualan ritel bulan, output industri, dan fixed asset investment (FAI) bulan Maret akan dirilis pada hari Rabu. Hasil survey ekonom memperkirakan GDP akan mencatat kenaikan menuju tingkat tahunan sebesar 7.3%, yang akan menandai laju pertumbuhan paling lambat China sejak tahun 2009 dan jauh di bawah 7.7% pada kuartal terakhir tahun 2013.

"Kami memperkirakan GDP Q1 akan melambat hingga 7.3% untuk tingkat tahunan sebagian besar karena kondisi pinjaman yang mengetat. Bagaimanapun, aktivitas perekonomian riil mungkin akan bertambah cepat, seiring tingkat produksi industri bertumbuhan dengan tingkat tahunan 9.5%. Sementara FAI diperkirakan akan naik menjadi 18.2%, dan pertumbuhan penjualan ritel diperkirakan normal pada 12.7%," menurut ekonom Citi.

Bagaimanapun juga, tidak seperti pada tahun 2009 lalu, nampaknya pihak Beijing tidak akan merilis paket stimulus untuk mendorong tingkat pertumbuhan. Pekan lalu, Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan pemerintah tidak akan mengambil kebijakna pelonggaran jangka pendek apapun untuk mengatasi volatilitas perekonomian. Sehari setelahnya, wakil gubernur People's Bank of China mengatakan bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan stimulus karena lebih tidak efisien daripada pasar secara alami dalam mendorong tingkat pertumbuhan.

Di tempat lain, minutes dari pertemuan kebijakan terkini Reserve Bank of Australia akan dirilis pada hari Selasa. "Minutes kemungkinan akan mengkonfirmasi bias netral RBA terhadap suku bunga untuk saat ini namun yang akan menjadi fokus adalah sinyal kecemasan mengenai melejitnya harga rumah dan penguatan aussie. Data housing start diperkirakan akan menunjukkan rebound yang solid menunjukkan respon yang terlambat atas kenaikan persetujuan pembangunan tahun lalu," ucap Shane Oliver, kepala strategis investasi dan ekonom pada AMP Capital.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar