Selasa, 28 Maret 2017

world-economy  World Economy

Aso: Jepang Akan Memberitakan Rencana Kenaikan Pajak Pada Pertemuan G20

Selasa, 3 September 2013 17:29 WIB
Dibaca 431

Monexnews - Jepang akan memberitahukan negara G20 pada pertemuan pekan ini bahwa Jepang akan menjalankan rencana kenaikan pajak penjualan dengan dua tahapan, dan mempertimbangkan untuk mengumpulkan anggaran tambahan untuk belanja fiskal guna mengurangi tekanan pada perekonomian, ucap Menteri Keuangan Taro Aso pada hari Selasa. Aso, yang akan menemani Perdana Menteri Shinzo Abe menghadiri pertemuan G20 di Rusia nanti, juga megnatakan bahwa Jepang kali ini kemungkinan tidak akan mendapat kritik dari negara lain mengenai pelemahan yen yang mendorong sektor ekspornya agar lebih kompetitif.

"Jepang telah meluncurkan stimulus moneter dan fiskal untuk dapat keluar dari deflasi. Pelemahan yen adalah hanya efek samping dari tujuan utama keluar dari deflasi," ucap Aso pada konferensi pers. Pada pertemuan G20 sebelumnya, Jepang telah berjanji untuk menekan tingkat hutang publik yang terus menumpuk, yang mencapai dua kali lipat dari perekonomian senilai 5 triliun dollar dan merupakan yang tertinggi diantara negara industri besar lainnya.

Abe akan memutuskan pada awal Oktober apakah akan menjalankan rencana kenaikan pajak pejualan secara 2 tahap mulai tahun depan, langkah yang dianggap penting dalam memperbaiki sistem keuangan Jepang. Kritik terhadap rencana kenaikan pajak tersebut menuntuk agar rencana tersebut ditunda atau dibatalkan, mengingat kecemasan resiko terhadap pemulihan ekonomi di Jepang.

"Pilihan dasar Jepang adalah untuk menaikkan pajak," ucap Aso yang sebagai menteri keuangan telah konsisten mendukung kenaikan pajak penjualan mengingat kondisi fiskal Jepang yang buruk. Jika tidak ada perubahan rencana, pajak penjualan Jepang akan dinaikkan menjadi 8& dari 5% di bilan April dan menjadi 10% di bulan Oktober 2015. Jika pajak penjualan dinaikkan sesuai rencana, pemerintah akan mempertimbangkan untuk membentuk anggaran tambahan, guna membiayai belaja fiskal untul meredam kerusakan pada perekonomian dan memberikan anggaran yang relevan pada parlemen Jepang awal tahun depan, ucap Aso. Ia menambahkan bahwa ia masih belum tahu seberapa besar jumlah belanja fiskal tersebut.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar