Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Aturan Ketat, Harga Rumah di China Tetap Mahal

Kamis, 1 Agustus 2013 11:53 WIB
Dibaca 395

Monexnews - Harga rumah di China makin melesat di bulan Juli, seperti tergambar dari rilis survei terbaru versi dua lembaga riset. Fakta ini dapat mencerminkan betapa pemerintah pusat belum berhasil meredam geliat sektor hunian via kebijakannya. 

Harga rumah di 100 kota utama China naik 7.9% dibandingkan bulan Juli 2012, sekaligus melanjutkan kenaikan 7.4% (on year) yang tercatat Juni silam. Demikian hasil laporan China Real Estate Index System (CRIES) beberapa saat lalu. Sedangkan kenaikan harga berdasarkan kalkulasi bulanan juga lebih cepat yakni mencapai 0.87% dibandingkan kenaikan harga bulan Juni lalu yang sebesar 0.77%. Menurut penyedia data, kenaikan harga di pertengahan tahun terjadi karena konsumen memperkirakan pemerintah tidak akan meluncurkan kebijakan baru untuk memperketat pasar hunian mengingat langkah ini rawan memicu perlambatan ekonomi. Alhasil baik warga maupun investor masih giat memborong properti dalam satu bulan terakhir. CRIES juga menyatakan harga rata-rata rumah naik menjadi 10,347 yuan ($1,688) per meter persegi atau lebih mahal dibandingkan harga bulan Juni yang sebesar 10,258 yuan.

Harga rumah di China sudah naik dalam delapan bulan beruntun dibandingkan setahun lalu meskipun pemerintah sudah berupaya menjaga kesehatan pasar properti. Sejak tahun 2010 pihak Beijing telah merilis aturan ketat guna menekan harga rumah dan menghindari instabilitas sosial karena turunnya daya beli warga terhadap tempat tinggal layak. Kenaikan harga antara bulan Juni dan Juli terjadi di 61 kota dan hanya 39 kota yang menunjukkan terjadinya penurunan harga. Quanzhou adalah kota dalam provinsi Fujian yang mencatat kenaikan harga rumah (bulanan) tercepat dengan rasio kenaikan mencapai 4.5%. Sementara di dua kota terbesar, Beijing dan Shanghai, harga rumah masing-masing naik sebesar 2.5% dan 0.9%.

Dalam survei terpisah, lembaga riset E-House China juga mengumumkan kenaikan harga rumah baru sebanyak 0.84% dibandingkan lalu (0.40%). Sementara berdasarkan kalkulasi tahunan, harga rumah baru naik 11.4%, lebih tinggi dibandingkan catatan bulan Juni yang hanya 4.2%. Fenomena lonjakan harga hunian terus terjadi meskipun pemerintah pusat telah membatasi jumlah pembelian, menaikkan uang muka, mengerek bunga kredit dan menekan ruang kredit pihak developer. Target utama dari program ini adalah rumah-rumah mewah. Sayangnya, aksi kebijakan pusat tidak diimbangi respon agresif pemerintah daerah. Pihak pemda kerap kali memperlonggar pengajuan jual beli dan investasi karena mereka diuntungkan oleh pemasukan dari pajak penjualan tanah.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar