Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Australia Nikmati Buah Kebijakan Bank Sentral

Kamis, 6 Maret 2014 16:20 WIB
Dibaca 397

Monexnews -  Rilis sederet data pekan ini memperlihatkan bahwa perekonomian Australia mulai bangkit di tahun 2014. Pelaku bisnis berharap fakta positif di seulruh kategori penilaian tetap berlanjut karena negeri kangguru harus segera pulih dari perlambatan ekonomi yang sudah berlangsung dua tahun.


Hasil data pemerintah menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga rendah sukses mengerek belanja modal perusahaan dan daya beli konsumen. Di sisi lain, sektor ekspor terus bergeliat meskipun investasi di sektor tambang tengah minim. Perekonomian Australia tumbuh 2.8% pada periode kuartal IV 2013 dibandingkan catatan triwulan yang sama tahun 2012. Sementara laporan terpisah menyatakan bahwa jumlah izin pendirian bangunan baru meningkat 35% (year-over-year) sekaligus menandai datangnya order bagi perusahaan kontraktor di sana.


Dari lini perdagangan, trade surplus tercatat sebesar A$1.43 miliar di bulan Januari 2013 atau lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar yang hanya A$100 juta. Lonjakan surplus terbantu oleh naiknya jumlah ekspor komoditi ke China dan negara Asia sebanyak 3.2%. Angkanya bahkan melampaui rekor surplus A$591 juta, yang tercatat pada bulan Desember lalu. Tidak hanya itu, angka retail sales naik 1.2% di bulan Januari dibandingkan periode perhitungan Desember. Rasio peningkatannya meroket tiga kali lipat dibandingkan apa yang diprediksi sebelumnya. Secara tahunan, retail sales melonjak 6.2% atau persentase kenaikan tahunan terbesar sejak November 2009.


Bagusnya data ekonomi terbaru Australia mencerminkan efektivitas kebijakan bank sentral, khusunya dalam pemberlakukan suku bunga rendah. Perekonomian negeri kangguru memang tumbuh selama 23 tahun berturut-turut, akan tetapi kondisinya jauh berbeda dalam dua tahun terakhir. Banyak perusahaan menghemat pengeluaran belanja dan merumahkan ribuan pekerjanya, terutama yang mengabdi pada sektor pertambangan. Pemangkasan jumlah tenaga kerja membuat angka pengangguran Australia meroket ke level 6% atau rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.


Bank sentral telah menurunkan suku bunga sebanyak 8 kali sejak November 2011 menjadi hanya 2.5% guna membantu pelaku ekonomi. Daya serap SDM memang belum tentu selalu meningkat untuk beberapa bulan ke depan karena beberapa proyek pembangunan yang menyerap pekerja dalam jumlah besar kini telah rampung. Namun setidaknya, fenomena ekonomi di Australia bisa menjadi potret keberhasilan bank sentral dalam mengelola kebijakannya. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar