Selasa, 24 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Australia Pangkas Outlok Harga Bijih Besi

Rabu, 25 Juni 2014 8:06 WIB
Dibaca 1903

Monexnews - Australia, negara eksportir bijih besi terbesar dunia, memangkas estimasi harganya untuk tahun ini dan 2015, memprediksikan bahwa kenaikan tajam pada output akan mendorong kompetisi di antara eksportir dan memaksa pemasok di China untuk tutup. Bahan mentah bijih besi akan mencapai harga rata-rata sekitar $105 per ton tahun ini dari perkiraan $110 di bulan Maret, menurut Bureau of Resources and Energy Economics di Canberra. Harga mungkin akan mencapai rata-rata sekitar $97 per ton di tahun 2015 dari proyeksi bulan maret sebesar $103, ucapnya.

Produsen bijih besi termasuk BHP Billiton Ltd. dan Fortescue Metals Group Ltd. sedang menambah jumlah pasokan di Australia, dengan keyakinan bahwa peningkatan volume dari tambang beribiaya bura milik mereka dapat menutupi dampak penurunan harga. Harga bijih besi memasuki pasar bearish di bulan Maret dan anjlok ke level terendah sejak 2012 bulan ini. Komoditas ini menghadapi surplus global setidaknya hingga 2016 yang akan menekan harga, menurut Credit Suisse Group AG.

“Penurunan harga bijih besi nampaknya tidak akan mempengaruhi tingkat produksi sebagian besar tambang di Pilbara, yang memiliki biaya produksi hampir paling rendah di dunia,” menurut Bureau of Resources and Energy Economics, terkait kawasan pertambangan utama di Australia. “Pada tingkat harga saat ini, proporsi besar dari produksi domestik China masih dinilai merugikan.” Ekspor dari Australia akan mencapai rekor 680 juta ton tahun ini dan naik menjadi 764 juta ton tahun depan, menurut proyeksi Bureau of Resources and Energy Economics, dari proyeksi sebelumnya sebanyak 687 juta ton di tahun 2014. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar