Senin, 23 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Bagi Investor Saham, Negara Berkembang Tidak Menarik Lagi

Jumat, 12 Juni 2015 16:38 WIB
Dibaca 14719

Monexnews - Negara berkembang sudah menjadi tujuan investasi pelaku pasar keuangan internasional selama lebih dari 5 tahun terakhir. Namun hal itu tidak berlaku sekarang karena investor kehilangan alasan untuk menanamkan modalnya lagi.

Investor saham dari seluruh dunia berbondong-bondong menarik dananya dari pasar modal negara berkembang. Jumlah uang yang terbang keluar selama satu pekan terakhir sudah mencapai $9,3 miliar atau jumlah terbesar sejak masa krisis finansial tahun 2008. Dari semua negara yang masuk dalam kategori emerging countries, wilayah Asia mencatat kerugian terbesar dengan total uang yang exit mencapai $7,9 miliar. Angka itu merupakan yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir, menurut data EPFR Global.

Pelemahan pasar modal bisa dimaklumi karena nilai tukar mata uang negara berkembang juga semakin lemah akibat pengaruh wacana kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Selain ekuitas, pasar obligasi juga tidak lagi dianggap menarik, di mana penarikan modal dari aset tersebut sudah menembus level tertingginya sejak tahun 2013.

Beberapa pengamat menilai sekarang bukanlah periode terburuk dalam sejarah pasar saham negara berkembang. Mengingat masih ada ancaman pelarian modal yang lebih besar ketika nanti Federal Reserve Bank benar-benar menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat sama artinya dengan meningkatnya imbal hasil investasi berbasis Dollar, yang bisa membuat aset dari emerging markets menjadi tidak atraktif lagi. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar