Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Bahas Kebijakan Baru, Pemerintah RI Cermati Defisit dan Rupiah

Jumat, 13 Maret 2015 11:48 WIB
Dibaca 609

Monexnews - Pemerintah Indonesia hari ini sedang membahas paket kebijakan ekonomi baru di Kantor Menko Perekonomian. Selain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, jajaran kabinet yang hadir untuk merumuskan kebijakan adalah Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Susilo plus pejabat setingkat menteri yakni Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

Seperti dilansir oleh beberapa media, Menko Sofyan Djalil menegaskan dirinya dan menteri terkait sedang membahas sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan laju ekonomi melalui beberapa sektor. Salah satu sektor yang akan menerima tata kebijakan baru yaitu lini ekspor. Namun demikian menko belum mau memaparkan sektor-sektor apa lagi yang akan menjadi objek perhatian pemerintah pusat.

Pelaku pasar keuangan masih menantikan program apa saja yang akan dihasilkan dari pertemuan hari ini. Ada kemungkinan keluarnya peraturan menteri (permen) atau bahkan instruksi presiden (inpres) jika memang diperlukan. Dua hari lalu, beberapa jajaran penting di pemerintahan sudah menggelar rapat di tempat yang sama untuk menerjemahkan 8 kebijakan di sektor ekonomi. Sofyan Djalil tidak menutup kemungkinan adanya kebijakan tambahan untuk melengkapi susunan program yang sudah ditentukan. Visi utama dari kebijakan ekonomi baru pemerintah yaitu untuk mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit) dan mengantisipasi trend pelemahan kurs Rupiah terhadap Dollar. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar