Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

world-economy  World Economy

Bakal Presiden Ukraina Ulur Waktu Perjanjian dengan Uni Eropa

Rabu, 28 Mei 2014 17:09 WIB
Dibaca 480

Monexnews - Pemenang pemilihan umum Ukraina meminta waktu kepada Uni Eropa untuk berpikir sebelum menjalin kerjasama politik dan ekonomi dengan Uni Eropa. Petro Poroshenko dilaporkan ingin lebih dulu mempelajari substansi perjanjian Ukraina-Uni Eropa sebelum mengesahkannya. 

Pemerintahan baru Ukraina yang akan datang diyakini merepresentasikan aspirasi warga yang ingin negaranya lebih berkiblat pada Uni Eropa dan bukan ke Rusia lagi. Namun sumber dekat (kandidat) presiden Petro Poroshenko mengatakan calonnya belum menyetujui kerangka kesepakatan antara pihak Ukraina dan Uni Eropa. Walau begitu, Poroshenko sudah memberi sinyal untuk mendekati Uni Eropa jika dirinya siap berbicara. Spekulasi menyebut mantan pebisnis coklat itu sedang menimang efek dari kebijakannya nanti. Poroshenko tidak ingin kalau kedaulatan negaranya dipertaruhkan jika terlalu bergantung pada Uni Eropa. Di sisi lain, pemerintah Rusia juga menebar ancaman berupa sanksi ekonomi apabila Ukraina benar-benar meneken kerjasama bilateral dengan otoritas benua biru. Menurut hasil perhitungan awal, Poroshenko memang hampir pasti menduduki kursi presiden dengan perolehan 57% suara pemilih. 

Uni Eropa sendiri sudah mempersiapkan detail perjanjian kerjasama untuk ditandatangani oleh pemerintah Ukraina yang baru. Hal ini sudah dibahas pada pertemuan antara Petro Poroshenko, Presiden Komisi Eropa (José Manuel Barroso) dan Kepala Dewan Eropa (Herman Van Rompuy) Senin kemarin. Baik Komisi Eropa maupun Dewan Eropa sudah menerima permohonan calon presiden terpilih perihal tenggat waktu sebelum kerjasama antara dua pihak ditandatangani. Namun Poroshenko menolak untuk memberikan kepastian, kapan ia akan meneken seluruh dokumen kerjasama.

Pihak Uni Eropa sendiri optimis kalau poin kerjasama bilateral dengan pihak Ukraina akan disepakati pada 27 Juni mendatang, berbarengan dengan waktu penandatanganan kerjasama serupa antara Uni Eropa dengan Georgia dan Moldova. Seorang diplomat yang diwawancarai Dow Jones Newswires berpendapat bahwa segala sesuatunya bisa berubah sebelum kedua pihak meneken perjanjian. "Hal ini akan menjadi misteri dalam beberapa pekan ke depan," ujar sumber tersebut.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar