Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

world-economy World Economy

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan China, Asia Timur

Senin, 6 Oktober 2014 10:01 WIB
Dibaca 588

Monexnews - Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan tahun 2014-2016 untuk engara berkembang di Asia Timur dan China, dan memperingatkan resiko perpindahan modal menuju Indonesia seiring pertumbuhan di China diperkirakan melambat akibat kebijakan yang bertujuan menempatkan perekonomian dalam pondasi yang lebih kokoh. 

Bank Dunia memperkirakan negara berkembang di wilayah Asia Timur dan Pasiif untuk bertumbuh sebesar 6.9% di tahun 2014 dan 2015, turun dari 7.1% pada perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan di tahun 2013 mencapai 7.2%. Bank Dunia juga memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2016 menjadi 6.8% dari 7.1%. "Sektor ekspor dan pertumbuhan regional akan mendapat dukungan dari pemulihan bertahap pada negara perekonomian dengan pendapatan tinggi," ucap Bank Dunia pada laporan East Asia Pacific Economic Update terkini pada hari Senin. Negara berkembang pada Asia Timur dan Pasifik akan tetap menjadi negara berkembang yang bertumbuh paling cepat, tambahnya. Resiko terhatap outlook muncul dari pemulihan yang lebih lemah dari ekspektasi pada perdagangan global dan kenaikan pada tingkat suku bunga global, menurut laporan, menambahkan bahwa skenario awal dibuat berdasarkan normalisasi kebijakan moneter secara teratur di Amerika Serikat.
Bank Dunia mengatakan laju pertumbuhan di China kemungkinan akan melambat hingga 7.4% di tahun 2014 dan 7.2% di tahun 2015, turun dari 7.7% di tahun 2013. Laju pertumbuhan di tahun 2016 diperkirakan berada pada level 7.1%. Sebelumnya Bank Dunia memperkirakan laju pertumbuhan China akan mencapai 7.6% di tahun 2014 dan 7.5% di tahun 2015 dan 2016. "Kebijakan untuk membatasi hutang pemerintah lokal, menekan perbankan bayangan, dan mengatasi kelebihan kapasitas, tingginya permintaan energi dan tingkat polusi akan mengurangi tingkat investasi dan output sektor manufaktur," menurut Bank Dunia terkait outlook China.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar