Sabtu, 16 Desember 2017

world-economy  World Economy

Bank Dunia: Pertumbuhan Thailand Paling Rendah di Kawasan

Senin, 6 Oktober 2014 16:11 WIB
Dibaca 737

Monexnews - Dari sekian banyak negara yang dipangkas target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2014 oleh Bank Dunia, Thailand menjadi negara dengan outlook produk domestik bruto paling rendah. Proyeksi pertumbuhan ekonomi negeri gajah putih dipapas menjadi hanya 1,5% atau separuh dari estimasi sebelumnya, 3%. Proyeksi ekonomi Thailand merupakan yang paling buruk di kawasan Asia Tenggara. 

Menurut Bank Dunia, perlambatan ekonomi Thailand dipengaruhi oleh tingkat konsumsi dan volume ekspor yang rendah. Kami memang melihat tanda-tanda pemulihan, namun jalannya lambat sekali," ujar Ulrich Zachau, Country Director World Bank untuk Asia Tenggara. Tingginya beban hutang rumah tangga dan ketidakpastian politik masih akan membayangi daya belanja konsumen sehingga laju konsumsi diperkirakan hanya tumbuh 0,3% tahun ini dan 1,5% di 2015. Sementara volume ekspor diperkirakan hanya meningkat 0,7% tahun ini. Untuk tahun 2015, perekonomian Thailand diprediksi tumbuh 3,5% berkat kontribusi dari sektor pariwisata, investasi dan ekspor.

Pada akhir bulan September lalu, Bank Sentral Thailand juga sudah menyebut bahwa sektor ekspornya tidak akan tumbuh pada tahun 2014. Bank of Thailand menurunkan target pertumbuhan ekspornya dari proyeksi awal 3,0% menjadi 0,0% atau nihil. Sedangkan untuk estimasi produk domestik bruto (GDP) 2014, angkanya masih tetap berada di 1,5% karena penurunan ekspor mampu ditutupi oleh arus permintaan domestik yang kuat. Di samping itu, bank sentral juga memperkirakan volume konsumsi dan investasi publik meningkat masing-masing sebesar 1,1% dan 4,1% (on-year) di tahun 2014 atau lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya di 0,2% dan 2,8%.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar