Senin, 25 September 2017

world-economy  World Economy

Bank Dunia: Tahun Depan, Inflasi RI Tembus 7,5%

Senin, 8 Desember 2014 11:43 WIB
Dibaca 900

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 30% dikhawatirkan akan memicu inflasi tinggi di Indonesia. Bank Dunia memprediksi inflasi tahun 2015 mencapai 7,5%, meski ada kemungkinan lebih rendah apabila pemerintah mampu membendung gejolak harga di level konsumen. Inflasi hanya akan bersifat sementara sebagai efek kejut dari kenaikan harga BBM.

Bank Dunia memang mengapresiasi keputusan Joko Widodo untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 per liter karena mampu membantu penghematan lebih dari Rp100 triliun. Namun di sisi lain, pemangku kebijakan juga diminta serius menghadapi ancaman inflasi dalam beberapa tahun ke depan. "Pemerintah memiliki ruang fiskal dari penghematan uang sebanyak itu, terutama untuk menambah belanja publik di sektor-sektor prioritas," ujar Ahli Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop di Jakarta hari Senin (8/12). Adapun salah satu sektor prioritas yang dimaksud yakni bidang kesehatan. Patut diingat bahwa Indonesia baru menganggarkan 1,2% dari Produk Domestik Bruto (GDP) untuk sektor ini, atau alokasi dana terendah dibandingkan negara-negara ekonomi mapan lainnya di dunia.

Selain kesehatan, Diop menilai penghematan subsidi juga harus menjangkau sektor perlindungan sosial, yang bersentuhan langsung dengan upaya pengentasan kemiskinan. "Apabila tidak ada dukungan maka tingkat kemiskinan di Indonesia (yang kini 11,3%) akan tetap berada di atas level 8% pada tahun 2018," katanya. Ia turut mengkritik penyerapan belanja modal pemerintah di tahun 2014 yang hanya 38% atau jauh di bawah belanja tahun 2012 dan 2013 lalu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar