Jumat, 24 Maret 2017

breaking-news Klaim Awal Pengangguran AS naik menjadi 258K pekan lalu dari sebelumnya 243K, estimasi 240K

world-economy  World Economy

Bank Dunia Tambah Bantuan Anti-Ebola Menjadi Rp4,8 triliun

Jumat, 26 September 2014 11:12 WIB
Dibaca 552

Monexnews - Bank Dunia atau World Bank melipatgandakan dana bantuan untuk penyembuhan Ebola menjadi $400 juta atau setara Rp4,8 triliun. Fokus utama dari paket donasi ini adalah untuk keperluan pengobatan jangka pendek sekaligus membuat sistem ketahanan medis yang lebih kuat di masa mendatang.

Sebelumnya Bank Dunia menganggarkan $230 juta untuk pemberantasan Ebola, namun karena mempertimbangkan perlunya proyek antisipasi jangka penjang jumlah dana ditambah $170 juta. Uang sebanyak itu akan dipakai untuk menambah tenaga medis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien yang sudah terjangkiti di wilayah Afrika Barat.

"Masyarakat dunia kini merespon perlunya bantuan darurat untuk memberantas krisis Ebola," demikian ujar Presiden World Bank, Jim Yong Kim. Bank Dunia memandang tantangan terbesar sekarang adalah menyalurkan bantuan ke area-area terpencil dan membangun ketahanan medis yang lebih kuat. Dana sebesar $230 juta akan didistribusikan ke 3 negara dengan wabah terparah yakni Guinea, Liberia dan Sierra Leone, termasuk di dalamnya alokasi anggaran $117 juta untuk biaya tanggap darurat.

Donasi Bank Dunia akan membantu pemberantasan Ebola yang sedang dijalankan oleh World Health Organization (WHO). Seperti diberitakan sebelumnya, WHO bekerja keras untuk menanggulangi salah satu krisis kesehatan terbesar dalam sejarah dengan merangkul perusahaan farmasi dan badan internasional. Instansi yang bernaung di bawah PBB ini sangat khawatir terhadap penyebaran wabah yang sudah memakan hampir 2000 korban jiwa.

WHO sudah melakukan 10 terapi dengan memakai 8 obat dan 2 vaksin untuk melawan Ebola. Meski kemajuannya cukup memuaskan, otoritas kesehatan dunia itu masih mengevaluasi efektivitasnya untuk pemakaian resmi jangka panjang. Dari beberapa jenis obat yang dipakai, di dalamnya termasuk merk ZMapp buatan Mapp Pharmaceutical asal Amerika Serikat, yang sudah dicoba kepada pasien penderita. "Produksi obat Zmapp kemungkinan bertambah seiring tingginya dosis pemakaian sampai akhir 2014 mendatang," demikian menurut WHO di tengah pertemuan membahas Ebola selama dua hari di Jenewa.

Sejak bulan Maret, Ebola sudah membunuh setidaknya 1900 jiwa di Afrika Barat dan berpotensi menular ke 20.000 orang dalam 6 sampai 9 bulan ke depan. Oleh karena itu, WHO mulai berani merekomendasikan penggunaan vaksin dan terapi eksperimental. Terapi yang sukses kemudian akan dipatenkan sehingga menjadi standar pengobatan untuk Ebola untuk periode-periode berikutnya.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar