Kamis, 21 September 2017

world-economy  World Economy

Bank Indonesia Masih Potensial Pangkas Suku Bunga Jika Defisit Neraca Pulih

Rabu, 18 Februari 2015 8:56 WIB
Dibaca 1094

Monexnews -

Bank Indonesia secara mengejutkan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis point ke level 7.50% seiring dengan ekspektasi menurunnya tekanan inflasi ke kisaran bawah di 3% - 5% hingga akhir tahun.

Pelambatan pertumbuhan ekonomi di China, inflasi di zona Euro yang rendah serta kejatuhan harga minyak telah mendorong bank sentral global memangkas suku bunga di 2015 untuk mendongkrak kinerja ekonomi nya.

Pemangkasan suku bunga ini secara efektif telah membatalkan kenaikan suku bunga pada akhir November lalu, ketika BI menyatakan kenaikan suku bunga bertujuan untuk menjaga inflasi yang melonjak akibat 30% kenaikan harga bbm.

Di akhir Desember, pemerintah mengurangi harga bahan bakar seiring kejatuhan harga minyak global yang turut menekan inflasi lebih rendah ke 6.96% di bulan January dari sebelumnya 8.36% di bulan Desember.

Selanjutnya fokus BI kemungkinan masih akan tertuju pada inflasi dan defisit neraca perdagangan, jika kondisi defisit berhasil membaik maka tidak tertutup kemungkinan BI kembali memangkas suku bunga acuannya. Gubernur BI, Agus Martowidjojo juga memperkirakan laju GDP akan tumbuh di kisaran 5.4% - 5.8% tahun ini dibanding tahun sebelumnya 5.02%. 

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar