Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Bank Investasi Asia Hadapi Periode Buruk di Tahun 2013

Kamis, 26 Desember 2013 10:45 WIB
Dibaca 581

Monexnews - Laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia memang lebih kencang dibandingkan rasio kemajuan yang dicetak oleh negara-negara maju. Namun kinerja bank-bank investasi justru melemah hingga masuk ke dalam kondisi terburuk sejak 2008.

Walaupun tawaran obligasi dan penjualan saham disambut baik oleh investor di beberapa bulan terakhir 2013, angkanya tidak cukup menutup penurunan jumlah dana kelolaan bank investasi. Nyaris seluruh pengelola dana nasabah di kawasan Asia Pasifik, termasuk Jepang, mengalami penurunan angka pendapatan menjadi hanya $11.8 miliar tahun ini. Level itu adalah yang terendah sejak krisis keuangan dunia mengguncang pasar pada 2008.

Menurut penyedia data, Dealogic, total pendapatan perbankan investasi di kawasan mencapai $8,5 miliar. Pemasukan year-on-year merosot 10% dan turun sekitar seperempat dari pendapatan pada 2010, yang menyentuh level $15.7 miliar. Di sisi lain, pendapatan perbankan investasi secara global melonjak ke level tertinggi sejak 2007, dengan rasio kenaikan 12% di Amerika Serikat menjadi $36 miliar dan sebanyak 10% di Eropa pada angka $17.5 miliar.

Minimnya volume merjer dan akuisisi ditengarai sebagai penyebab turunnya laba di tahun 2013. Jumlah deal kerjasama bisnis sangat rendah dibandingkan biasanya, sehingga satu proyek bisnis harus diperebutkan oleh banyak perusahaan investasi. Hal itu membuat komisi yang didapat menjadi lebih rendah.

Selain minim merjer dan akuisisi, penjualan saham baru juga anjlok drastis. Padahal momen IPO menjadi lahan basah bagi bank-bank investasi yang beroperasi di Asia. Tidak ada yang bisa disalahkan atas fenomena kelesuan investasi Asia mengingat sentimen di pasar keuangan memang kurang kondusif sejak muncul wacana pemangkasan stimulus oleh Bank Sentral Amerika. Kekhawatiran itu mendorong investor untuk menarik dana dan menyebabkan pelemahan kurs mata uang di beberapa negara seperti India dan Indonesia.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar