Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

world-economy World Economy

Bank of Japan: Laju Inflasi akan Macet di Paruh Pertama 2015

Jumat, 19 Desember 2014 15:18 WIB
Dibaca 815

Monexnews - Target inflasi 2% yang dicanangkan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) masih jauh dari kenyataan. Dalam statement-nya beberapa saat lalu, Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, menegaskan bahwa kenaikan harga-harga barang/jasa tidak akan terjadi di paruh pertama 2015. 

Bank sentral menganggap Jepang sedang menghadapi tantangan baru dalam upaya pencapaian inflasinya. Penurunan harga minyak dalam skala besar diprediksi menghambat kenaikan harga, setidaknya sampai dengan akhir semester I. "Dengan mempertimbangkan tren penurunan harga minyak dunia, sulit bagi Jepang untuk memenuhi target inflasi," ujarnya dalam konferensi pers pasca pertemuan rutin. Sebagai catatan, dalam meeting-nya tersebut BOJ tidak mengubah suku bunga acuan.

Kuroda juga menepis isu keluarnya stimulus tambahan untuk mempercepat ekonomi dalam negeri. Bank sentral masih optimis kebijakannya saat ini sejalan dengan target inflasi 2%, yang diidamkan bisa tercapai sekitar Maret 2016. "Transisi dari iklim deflasi di lapangan berjalan sesuai harapan kami," tegas bos BOJ itu. Ia juga mengklaim warga dan pelaku bisnis Jepang cukup percaya diri menantikan tren kenaikan harga dalam beberapa tahun ke depan.

BOJ dalam beberapa pekan terakhir menerima kritikan deras dari pengamat ekonomi dan keuangan karena dianggap berdiam diri saat harga minyak semakin rendah. Mengomentari hal itu, Kuroda menegaskan pergerakan harga minyak sudah masuk ke dalam rencana inflasi yang sedang berjalan sekarang, terutama setelah kebijakan bulan Oktober lalu. "Harga minyak memang akan menghambat inflasi untuk jangka pendek, namun untuk jangka panjang harga minyak yang murah akan mendukung perekonomian," ujar Kuroda. Kepala bank sentral yakin kalau pertumbuhan ekonomi akibat pelemahan minyak akan berujung pada kenaikan harga-harga. Singkat kata, inflasi jangka panjang akan terkerek oleh faktor ekonomi, bukan korelasi harga minyak dan harga pasar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar