Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Bank of Japan Pertahankan Kebijakan Moneter

Rabu, 21 Mei 2014 10:16 WIB
Dibaca 459

Monexnews - Bank of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneternya pada hari Rabu, berjanji untuk menaikkan monetary base pada laju tahunan sebeasr 60-70 trilyun yen. Bank sentral juga tidak mengubah penilaiannya secara keseluruhan bahwa negara perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut terus pulih secara lambat, namun merevisi naik perkiraan belanja modal, merasa lebih yakin dengan bertambahnya bukti  bahwa perekonomian dapat menghadapi dampak dari kenaikan pajak penjualan tanpa adanya tambahan stimulus moneter.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda akan menggelar konferensi pers pada 15:30 WIB, dan diperkirakan akan kembali menegaskan optimismenya bahwa Jepang sedang berada dalam jalur untuk mencapai target inflasi bank sentral sebesar 2% sekitar setahun dari saat ini, mengikis ekspektasi pasar adanya pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Komentar seperti itu mungkin akan kembali menguatkan yen, yang mana saat ini berada ekat level tinggi 3-1/2 bulan terhadap dollar seiring harapan adanya langkah lebih lanjut dari BOJ memudar, ucap analis.

BOJ juga menambahkan sebuah kalimat dalam pernyataannya yang menekankan bahwa kebijakan quantitative easing telah "menghasilkan dampak yang diinginkan" dan menghilangkan frase yang menggambarkan Jepang berada dalam deflasi, menggarisbawahi kepercayaannya untuk mencapai target inflasi tanpa stimulus tambahan. Namun Kuroda juga nampak mengingatkan pasar bahwa bank sentral siap untuk mengambil tindakan jika beresiko tidak dapat mencapai target inflasi, mengingat berlanjutnya pelemahan di sektor ekspor

"BOJ telah menilai bahwa kenaikan pada belanja modal cukup kokoh karena lebih banyak perusahaan yang menghadapi kendala pada kapasitasnya," ucap Hiroshi Miyazaki, ekonom senior pada Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities di Tokyo. "Terakhir kali tingkat permintaan tenaga kerja dan buruh mencapai setinggi ini adalah di sekitar tahun 2008, dan inflasi naik ke atas 2%. Hal ini akan memperikan kepercayaan bahwa BOJ dapat mencapai targetnya, sehingga ekspektasi pelonggaran lanjutan akan terkikis.(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar