Jumat, 20 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Bank Sentral: 2014, Pertumbuhan Ekspor Thailand Nihil

Jumat, 26 September 2014 15:02 WIB
Dibaca 625

Monexnews - Bank Sentral Thailand dalam pernyataannya hari ini menyebut bahwa sektor ekspornya tidak akan tumbuh pada tahun 2014. Meski demikian, otoritas moneter optimis perekonomian akan bergerak pada tahun 2015 mendatang.

Bank of Thailand menurunkan target pertumbuhan ekspornya dari proyeksi awal 3,0% menjadi 0,0% atau nihil. Sedangkan untuk estimasi produk domestik bruto (GDP) 2014, angkanya masih tetap berada di 1,5% karena penurunan ekspor mampu ditutupi oleh arus permintaan domestik yang kuat. Di samping itu, bank sentral juga memperkirakan volume konsumsi dan investasi publik meningkat masing-masing sebesar 1,1% dan 4,1% (on-year) di tahun 2014 atau lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya di 0,2% dan 2,8%.

Seperti diketahui, perekonomian Thailand memburuk dalam setahun terakhir akibat tingginya ketegangan politik di ibukota. Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha, kemarin sudah memerintahkan seluruh menterinya untuk lebih aktif mempergunakan dana APBN setiap bulan di tahun fiskal yang akan datang. Per 1 Oktober besok, pemerintah Thailand memang sudah mempunyai uang untuk tahun buku yang baru sehingga tidak ada alasan bagi anggota kabinet untuk menunda program kerjanya masing-masing.

Anggota legislatif Thailand, yang dikomandoi oleh militer, pekan lalu sudah merestui APBN senilai total 2,57 triliun baht ($79,76 miliar). "Pemerintah akan membelanjakan anggaran baru tersebut, sekaligus menghabiskan dana sisa 2014 mulai kuartal pertama 2015," ujar Jenderal Prayuth. Perdana Menteri ingin agar laju ekspor membaik, belanja konsumen meningkat dan lapangan kerja semakin luas agar perekonomian bisa tumbuh seperi sebelum krisis politik melanda. "Kami akan fokus pada belanja anggaran ketimbang pemberian dana langsung untuk mempercepat pertumbuhan," tambahnya.

Kinerja ekonomi Thailand adalah yang terburuk di Asia Tenggara sepanjang 2014. Asian Development Bank (ADB) bahkan baru saja memangkas target pertumbuhan ekonomi Thailand untuk tahun ini dari 2,9% menjadi 1,6%. Menurut ADB, Thailand adalah negara dengan kinerja ekonomi terburuk di tahun 2014. Faktor terbesar yang menekan laju ekonomi tidak lain adalah konflik kekuasaan, yang efeknya menghambat minat investasi dan aktivitas bisnis. Dengan adanya penurunan target pertumbuhan negeri gajah putih, maka perekonomian Asia Tenggara diprediksi ikut tergerus dari 5% menjadi 4,6%.

Dari 11 negara penting di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan iklim bisnis dan penanaman modal terburuk di tahun 2014. Di tengah kisruh kekuasaan yang berlangsung lama, pertumbuhan investasi di negara ini semakin lesu saja. Menurut data yang dirilis badan koordinasi penanaman modal Thailand, jumlah investasi sepanjang 8 bulan pertama 2014 anjlok 27,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan penurunan dalam hal jumlah pengajuan investasi lebih parah lagi yakni mencapai 38,2%.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar