Monexnews - Bank sentral China mengatakan akan tetap mengikuti kebijakan moneter yang sudah ada dan akan mempertahankan pertumbuhan yang stabil bahkan di tengah risiko pemulihan global yang goyah. Cina akan melakukan kebijakan perbaikan pada waktu yang tepat dan penanganan untuk inflasi konsumen yang mungkin akan membaik setelah bul anAgustus, Bank Rakyat Cina atau POBC mengatakan dalam sebuah laporan kebijakan moneter triwulan di website nya kemarin. Nilai tukar Yen "pada dasarnya masih stabil," kata berbasis di Beijing bank sentral.
Pemerintah China khawatir bahwa dampak dari krisis utang Eropa akan lebih menyakiti pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua di dunia yang melambat selama enam kuartal. Secara terpisah kemarin, regulator sekuritas mengatakan negara itu akan menurunkan biaya transaksi pada saham-saham berdenominasi yuan setelah indeks jatuh minggu ini ke terendahnya dalam tiga tahun.
(ar)

Komentar