Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

Bank Sentral: Meski Bunga Turun, Aussie Terlalu Kuat

Jumat, 15 Februari 2013 13:22 WIB
Dibaca 383

Monexnews - Reserve Bank of Australia makin mengaku langkah pemangkasan suku bunga adalah kebijakan yang tepat. Otoritas sudah gembira dengan perbaikan di sektor perumahan akan tetapi masih cemas dengan nilai tukar Dollar Australia yang kuat. 

Statement tersebut diungkapkan anggota dewan gubernur Reserve Bank of Australia, John Edwards. Menurutnya, bank sentral semakin percaya diri dalam menyikapi kebijakan suku bunganya yang bertujuan untuk mempercepat aktivitas bisnis. Pelonggaran moneter seperti ini dibutuhkan mengingat boom sektor pertambangan sudah tidak eksis. Padahal selama satu dasawarsa terakhir, pertumbuhan negara ini sangat bergantung pada sumber daya alam.

Reserve Bank of Australia terakhir kali memangkas suku bunga menjadi 3.00% di bulan Februari. Sejak kuartal lalu, harga rumah meningkat akibat konsumen kembali meminati hunian baru di tengah iklim suku bunga yang lebih kondusif. Kabar baik lain datang kemarin saat laporan lembaga non-pemerintah menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir (Februari). Pun demikian Edwards menekankan kekhawatiran soal kinerja nilai tukar Aussie belakangan ini.

"Kurs (AUD) sudah sangat tinggi, dan akan lebih baik jika lebih lemah," katanya kepada Wall Street Journal. Nilai tukar Dollar Australia masih bertengger di dekat rekor kuat walaupun bank sentral sudah memangkas suku bunga sebanyak 6 kali sejak November 2011. Penguatan nilai tukar otomatis mengikis daya saing eksportir sumber daya alam dan barang-barang pabrikan sekaligus membuat biaya wisata ke negeri kangguru kian mahal bagi turis asing.

Faktor yang melatarbelakangi keperkasaan Aussie sebagian adalah karena kebijakan pembelian aset dalam negeri oleh pihak asing, khususnya obligasi pemerintah. Dalam pekan ini saja, pengelola dana investasi asal Azerbaijan dan Kanada mengutarakan rencana penanaman modal di negara ini. "Sejauh ini pemangkasan bunga berimbas bagus pada sektor perumahan tapi tidak untuk mata uang," ujar Edwards. Gubernur Glenn Stevens sendiri membuka ruang bagi pemangkasan suku bunga baru asalkan inflasi tetap terkendali. Nilai tukar AUD/USD saat ini terpantau di 1.0360.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar