Sabtu, 21 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Bank Sentral New Zealand Diyakini Segera Pangkas Suku Bunga

Selasa, 12 Mei 2015 13:34 WIB
Dibaca 4197

Monexnews - Bank Sentral New Zealand (RBNZ) diprediksi akan memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan rutinnya. Faktor penurunan inflasi dan kelesuan di industri produk susu menjadi alasan di balik kebijakan tersebut.

Analis keuangan di pasar meyakini penurunan suku bunga terjadi secepatnya di bulan Juni 2015 meski di bulan April lalu sebagian besar dari mereka yakin suku bunga akan bertahan di 3,5% untuk beberapa bulan ke depan. Dari hasil poll terhadap 13 pengamat ekonomi, dihasilkan kesimpulan bahwa suku bunga akan mulai turun ke 3,25% di bulan September dan menjadi 3,00% di Desember. Sebanyak 3 orang responden melihat suku bunga mulai turun di bulan Juni kemudian disusul oleh pemangkasan selanjutnya di bulan Juli 2015.

Di akhir bulan April lalu, Gubernur Bank Sentral Graeme Wheeler menegaskan pihaknya akan selalu mencermati data-data ekonomi terkini untuk memantau tingkat permintaan di level konsumen dan menjaga inflasi. RBNZ punya target inflasi di kisaran 1%-3% dengan level ideal di sekitar 2%.

Inflasi tahunan Selandia Baru hanya naik 0,1% sepanjang 3 bulan pertama 2015 dan bank sentral yakin angkanya tidak akan mengarah ke target tengah sampai dengan September 2016. Hasil data inflasi kuartal I dan belanja ritel terbaru juga memperkuat asumsi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Bank terbesar di negara itu, ANZ Bank, memprediksi penurunan suku bunga bank sentral dimulai sebanyak 0.25 poin persentase di bulan Juni, dan disusul oleh penurunan lagi di bulan Juli. Sementara bank lainnya, ASB Bank, memperkirakan terjadi dua kali penurunan suku bunga 0,25% sebelum akhir tahun karena inflasi terlalu rendah dan sektor industri susu butuh suntikan stimulus. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar