Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Bank Sentral Rusia Diprediksi Pangkas Bunga Lagi

Kamis, 5 Maret 2015 15:42 WIB
Dibaca 486

Monexnews - Pemerintah dan badan moneter Rusia semakin ditekan untuk memangkas suku bunga acuannya lagi pada pertemuan 13 Maret mendatang. Desakan ini semakin kuat karena data terbaru memperlihatkan inflasi mingguan melambat jadi 0,2% untuk pekan yang berakhir 2 Maret 2015. 

Jika dibandingkan dengan inflasi mingguan satu bulan lalu yang mencapai 1%, laju inflasi pekan lalu terbilang lambat. Kombinasi antara stabilisasi nilai tukar Ruble dan penurunan tingkat permintaan konsumen menjadi biang perlambatan inflasi. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka inflasi tahunan akan lebih rendah dibandingkan level saat ini di 16%. Bank sentral dalam posisi terdesak dalam mengelola kebijakan suku bunganya di awal tahun. Ada kemungkinan kalau otoritas akhirnya menurunkan lagi suku bunga pekan depan, setelah memangkasnya pada meeting terakhir dari level 17% menjadi 15%.

Berbeda dengan kondisi harga-harga di bulan Februari, inflasi di awal Maret justru menurun. Bulan lalu lonjakan harga makanan membuat pemerintah mulai berpikir untuk menetapkan batas harga atas untuk beberapa produk. Wacana ini dihembuskan karena sudah ada keluhan dari pihak konsumen selama musim dingin. Kenaikan harga pangan mungkin tidak masalah akan tetapi jika menyangkut jenis produk-produk penting maka ceritanya menjadi berbeda. Inflasi tinggi sempat terjadi di bulan Februari, di mana levelnya merupakan yang tertinggi sejak krisis keuangan tahun 2008 silam yakni di kisaran 11,4%. Wakil PM Rusia bahkan memperkirakan inflasi bisa menembus 17% di bulan Maret mendatang sebelum bank sentral memangkas suku bunga dan membuat aturan untuk menstabilkan nilai tukar.

Kombinasi antara embargo ekonomi blok barat dan tren penurunan harga minyak dunia menjadi biang penurunan kinerja ekonomi Rusia. Situasi semakin memburuk di level konsumen setelah sanksi Amerika turut mencakup produk-produk pangannya. Di saat yang sama, depresiasi mata uang Ruble telah memaksa pemerintah Rusia mengambil kebijakan tidak populer berupa penetapan suku bunga tinggi. Performa harga minyak yang buruk telah menjatuhkan nilai mata uang Rusia sampai 40% sepanjang tahun 2014. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar