Kamis, 25 Mei 2017

world-economy  World Economy

Bank Tutup, Warga Yunani Hanya Boleh Tarik Rp882 ribu dari ATM

Senin, 29 Juni 2015 12:01 WIB
Dibaca 3570

Monexnews - Sesuai diperkirakan oleh pejabat tinggi Eropa sebelumnya, bank-bank di Yunani akhirnya memutuskan untuk tutup supaya uang simpanannya tidak ditarik habis-habisan oleh nasabah. Pemerintah juga memperketat aturan pengambilan uang untuk menjaga kecukupan modal setiap bank supaya tidak ada gejolak dalam sistem keuangan.

Perdana Menteri Alexis Tsipras menegaskan bahwa tabungan warga Yunani tetap aman walaupun bank-bank tutup. Di sisi lain, ia juga menepis wacana penambahan modal darurat untuk perbankan komersial, dan mengklaim akalau semuanya terkendali.

Warga Yunani sepanjang weekend kemarin rela mengantri berjam-jam di ATM untuk menguras uang tabungannya. Mereka takut simpananannya ludes jika Yunani akhirnya benar-benar mengalami kebangkrutan. Bank of Greece mengaku keteteran mengisi mesin ATM di banyak lokasi karena stok uang di dalamnya cepat habis. Bank-bank dijadwalkan tutup sampai 7 Juli atau dua hari setelah referendum yang tujuannya untuk meminta pendapat warga tentang proposal bailout yang diajukan oleh pihak kreditur. Selain bank, bursa saham Yunani juga tutup hari ini demi menghindari fluktuasi harga aset.

Terdapat dua aturan baru yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk melindungi modal bank, pertama adalah menetapkan batas penarikan uang yakni maksimal 60 Euro atau Rp882 ribu per orang per hari. Transfer uang ke luar negeri tidak diperbolehkan kecuali untuk transaksi-transaksi penting dan keperluan niaga.

European Central Bank (ECB) sudah mewanti-wanti pemerintah Yunani untuk lebih serius dalam membahas upaya penyelesaian krisis yang dialaminya. Otoritas moneter Eropa satu pekan lalu memprediksi bank-bank di negara itu tidak akan bisa beroperasi mulai Senin ini karena kekurangan uang.

Selama krisis Yunani berlangsung, nasabah perbankan domestik menarik uangnya secara besar-besaran karena takut tabungannya tidak kembali. Hal ini bisa dimaklumi karena pemerintahnya memang belum mampu membangun keyakinan bahwa perekonomian segera berjalan normal. Membahas soal kemungkinan terhentinya aktivitas bank, Presiden Grup Euro, Jeroen Dijsselbloem dan Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan tidak yakin dengan kondisi perbankan Yunani ke depannya. Untuk mengantisipasi hal itu, ECB mengadakan konferensi via telepon untuk mendiskusikan adanya suntikan dana darurat ke bank-bank komersial karena situasi sangat mendesak. Namun wacana itu akhirnya urung diterapkan oleh pemerintah pusat. "Kalau orang-orang menarik uang secara bersamaan, artinya mereka khawatir dengan masa depan negaranya," imbuh Dijsslebloem 19 Juni lalu. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar