Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Belum Ada Tanda-tanda Penurunan Inflasi di Rusia

Kamis, 26 Maret 2015 15:05 WIB
Dibaca 465

Monexnews - Tingkat kenaikan harga-harga di Rusia semakin menggila. Menurut data resmi empat pekan terakhir, inflasi di negara Eropa Timur itu naik sebanyak 0,2% setiap minggunya. 

Jika dihitung lebih lanjut, maka inflasi tahunan Rusia sudah mencapai 16,7% untuk pekan yang berakhir 23 Maret lalu. Level ini bisa jadi merupakan puncak inflasi, sebagaimana diramalkan oleh Menteri Ekonomi Alexei Ulyukayev. Ia sempat menyatakan kepada media bahwa inflasi memang akan mencapai level tertingginya di tahun 2015, namun setelah itu akan menurun sampai dengan akhir tahun. Laporan inflasi tahunan resmi Rusia sendiri baru akan dirilis pada awal April mendatang.

Di tengah kelesuan ekonomi domestik, harga-harga produk konsumen semakin tidak terjangkau khususnya untuk bahan pangan. Menurut Moscow Times awal Februari lalu, lonjakan harga makanan membuat pemerintah mulai berpikir untuk menetapkan batas harga atas untuk beberapa produk. Wacana ini dihembuskan karena sudah ada keluhan dari pihak konsumen selama musim dingin.

Kenaikan harga pangan mungkin tidak masalah akan tetapi jika menyangkut jenis produk-produk penting maka ceritanya menjadi berbeda. Inflasi tinggi sedang dialami oleh Rusia, di mana levelnya sudah memecahkan rekor tertinggi sejak krisis keuangan tahun 2008 silam yakni di kisaran 11,4% di awal 2015. Untuk sekitar 5 kilogram kacang saja, warga Rusia sempat harus merogoh kocek 2216.16 Ruble atau setara dengan $33.20 sebelum harganya lambat laun menurun di bulan ke-3. Harga itu terbilang mahal jika dibandingkan dengan harga sebelum krisis Ukraina dan embargo barat.

Kombinasi antara embargo ekonomi blok barat dan tren penurunan harga minyak dunia menjadi biang penurunan kinerja ekonomi Rusia. Situasi semakin memburuk di level konsumen setelah sanksi Amerika turut mencakup produk-produk pangannya. Di saat yang sama, depresiasi mata uang Ruble telah memaksa pemerintah Rusia mengambil kebijakan tidak populer berupa penetapan suku bunga tinggi. Performa harga minyak yang buruk telah menjatuhkan nilai mata uang Rusia sampai 40% sepanjang tahun 2014. Pemerintah bahkan memiliki pekerjaan rumah baru berupa tekanan inflasi yang meningkat dari waktu ke waktu. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar