Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Bentrokan Senjata Persulit Investigasi Kecelakaan Ukraina

Senin, 28 Juli 2014 9:44 WIB
Dibaca 634

Monexnews - Pertikaian sengit di wilyah timur Ukraina situs jatuhnya pesawat Malaysia kembali memperumit investigasi pada hari Minggu lalu seiring Eropa dan Amerika Serikat mempersiapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia terkait konflik tersebut. Setidaknya ada  13 korban juwa dalam bentrokan antara pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Rusia yang terjadi di 5 area pada wilayah timur. Pihak internasional mengatakan mereka telah membatalkan rencana untuk mengunjungi situs kecelakaan tersebut dalam kecemasan keamanan, meski Malaysia sebelumnya mengatakan pihak pemberontak sepakat untuk memberikan akses.

Ukraina mengatakan pihaknya mencoba untuk mengusir para pemberontak, namun menyangkal terjadinya bentrok di dekat situs kecelakaan, mengatakan pihak separatis telah memutus pemantauan dengan menuduh bahwa ada operasi militer di dekatnya. Rusia membantah tuduhan AS bahwa pihaknya memasok misil untuk pada separatis, yang dikatakan oleh pihak Barat sudah hampir pasti bahwa penyebab tertembak jatunya pesawat Malaysia Airlines oleh kesalahan tembak misil dari darat ke udara yang dipasok oleh Rusia. Pihak separatis membantah adanya keterlibatan dan pihak Moskow mengatakan tidak memasok misil tersebut, menyalahkan pasukan Ukraina. "Pihak Kiev mencoba untuk menghancurkan bukti kejahatan pasukannya," ucap pemimpin separatis Aleksander Borodai, terkait serangan pasukan Ukraina di dekat situs kecelakaan pada hari Minggu.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar