Sabtu, 18 November 2017

world-economy  World Economy

Berita Negatif Tak Hentikan Minat Trading Forex dan Komoditi

Selasa, 16 Mei 2017 10:38 WIB
Dibaca 1536

Monexnews -Sentimen aset berisiko telah kembali sejak pertengahan April, dilihat dari pergerakan bursa saham global dan juga yield US Treasury yang mengalami rebound.

 “Minat aset berisiko telah bertahan dengan sangat baik kendati sejumlah berita buruk dihadapi para investor,” kata  Jane Foley, dari  Rabobank, dikutip dari Financial Times, Selasa.

 Pasar mengabaikan berita terkini yaitu serangan virus wannacry yang telah memakan korban, sementara ujicoba rudal Korea Utara Minggu kemarin hanya berdampak kecil ke pasar.

 Pasar Forex

 

 Di pasar forex, euro menanjak 0.5 persen ke $1.0978 — posisi euro telah meningkat ke area positif untuk pertama kalinya sejak Mei 2014.

 “Data ekonomi yang lebih baik dan pembahasan mengenai perubahan kebijakan stimulus European Central Bank (ECB) telah menyumbang nada positif ke euro,”papar Foley.

 Sementara Sterling cenderung mendatar di $1.2895 seiring investor memasukkan dampak Brexit dan Pemilu bulan depan ke dalam nilai Sterling.

 Dollar Australia juga menguat di tengah-tengah penguatan mata uang berbasis komoditi, penguatan ke lima hari berturut-turut.

Sedangkan USDJPY telah mengalami reli sejak pertengahan April dan kini berada di level 113.40, naik 500 pip dari posisi di penutupan 18 April.

 Komoditi  

Harga minyak mengalami rebound ke level tertinggi dua pekan setelah menteri energi Arab Saudi dan Russia mengeluarkan pernyataan bersama mengenai peluang kelanjutan pemangkasan produksi minyak mereka hingga Maret 2018.

 Di akhir penutupan sesi Amerika kemarin, minyak West Texas Intermediate, naik 2.09 persen ke $48.71. Penguatan harga minyak terdorong data berkurangnya stok minyak AS, lebih dari perkiraan pengamat.

Bursa Saham

 

Kemarin, indeks Semua Bursa Dunia milik FTSE London  mendaki 0.5 persen ke level terkuat sejak 25 April  seiring reli harga minyak menopang harga saham-saham perusahaan energi.

 

Indeks S&P 500 di Bursa New York juga sempat menyentuh rekor di 2,404.05, dan ditutup di 2,402.32.

 

Sementara di Eropa,indeks bursa Jerman DAX menyentuh rekor level intraday di 12,832. Indeks FTSE London juga mencetak rekor, naik 0,3 persen.

 

Bursa-bursa Asia seperti bursa Hong Kong, Shanghai dan Taipei juga ditutup menghijau dengan kenaikan signifikan.

(Irdy)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar