Rabu, 16 Agustus 2017

world-economy  World Economy

BI Dukung Pemerintah Kurangi Subsidi Energi

Jumat, 4 April 2014 17:14 WIB
Dibaca 390

Monexnews - Bank Indonesia (BI) mendukung pengurangan subsidi energi, karena akan mengurangi tekanan terhadap fiskal. "Kami dukung apabila pemerintah punya roadmap dalam kurangi subsidi energi ke depan," demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung.

Dengan bertambahnya jumlah mobil di Indonesia, menurutnya, konsumsi BBM akan terus mengalami kenaikan. Hal ini berakibat pada turut meningkatnya beban subsidi BBM. Untuk itu, pemerintah perlu merancang sebuah roadmap mengenai pengurangan subsidi energi.

Menurutnya, adalah tepat jika pemerintah berencana menetapkan subsidi tetap dalam Anggaran Pendapat dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). “Ini the moving in the right direction, menuju arah yang benar. Misalnya pemerintah menetapkan Rp2.000 per liter (untuk) subsidi BBM, hingga akhir tahun yang dibayar pemerintah ya segitu, tidak ada perubahan," terangnya.

Langkah tersebut, lanjutnya, akan memperkecil risiko fiskal, karena tidak akan ada tekanan dari nilai tukar. Dengan demikian, ruang untuk pembanguan infrastruktur juga akan semakin besar. Sementara, dari sisi moneter, meskipun akan menimbulkan dampak inflasi, tetapi hal ini diyakini hanya akan berlangsung sementara (jangka pendek).

Berdasarkan perhitungan BI, jika subsidi BBM ditetapkan Rp2.000 per liter, maka dampak terhadap inflasi diperkirakan sekitar 2,5 persen. Namun, ke depannya inflasi akan lebih terukur meskipun harga BBM cenderung fluktuatif. “Negara lain seperti Filipina, inflasi rendah karena masyarakatnya sendiri yang mengurangi konsumsi BBM ketika harga meningkat," tuturnya.(ans)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar