Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

BI Perkirakan NPI Segera Membaik

Jumat, 16 Agustus 2013 14:24 WIB
Dibaca 549

Monexnews - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan akan kembali membaik. Perbaikan tersebut ditopang oleh adanya penurunan defisit pada transaksi berjalan, sejalan dengan dampak perlambatan permintaan domestik dan penyesuaian pada nilai tukar rupiah. Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs pada Kamis (15/8) mengatakan, Dewan Gubernur BI memandang bahwa perekonomian nasional menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi di dalam negeri.

Setelah mencatat pertumbuhan 6,0 persen (yoy) pada triwulan I-2013, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 5,8 persen (yoy) pada triwulan II-2013. Meskipun ekspor telah tumbuh positif, tetapi masih belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi akibat masih lemahnya permintaan ekonomi global. Ekspor yang belum kuat serta melemahnya daya beli akibat meningkatnya inflasi berpengaruh pada perlambatan konsumsi rumah tangga dan juga investasi non-bangunan. "Ke depan, risiko perlambatan ekonomi masih tetap besar. Secara keseluruhan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 menuju batas bawah kisaran 5,8 persen sampai 6,2 persen dan untuk 2014 berada dalam kisaran 6,4 persen sampai 6,8 persen," jelasnya.

Dari sisi eksternal, tekanan pada perekonomian nasional juga masih berlanjut. Secara keseluruhan, NPI pada triwulan II-2013 mengalami defisit yang lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. "Perbaikan NPI ditopang surplus yang cukup signifikan pada Transaksi Modal dan Finansial (TMF), antara lain akibat meningkatnya aliran modal masuk langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan penerbitan obligasi valas (valuta asing) pemerintah," jelasnya. Di sisi lain, defisit pada transaksi berjalan tercatat meningkat relatif tinggi, terutama didorong oleh terus menurunnya ekspor karena perlambatan ekonomi global dan penurunan tajam harga komoditi global, di tengah masih tingginya impor baik migas maupun nonmigas sesuai dengan pola musiman.(ak)

Sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

(www.depkeu.go.id)


*Nilai tukar Rupiah kini terpantau pada level 10.385 per US Dollar

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar