Kamis, 23 Maret 2017

world-economy  World Economy

BI Pertahankan Suku Bunga di 5.75%

Kamis, 11 April 2013 17:06 WIB
Dibaca 345

Monexnews - Indonesia mempertahankan suku bunga acuan untuk yang ke-14 kalinya berturut-turut seiring adanya rencana untuk mengurangi subsidi BBM yang dapat meningkatkan resiko inflasi, mengurangi ruang lingkup untuk pelonggaran moneter walaupun turunnya ekspror cukup menghalangi pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution dan para anggota dewannya mempertahankan suku bunga acuan di rekor terendah di 5.75 persen, kata bank sentral pada hari ini di Jakarta. Keputusan ini sudah di prediksi oleh semua dari 16 ekonom yang di survei oleh Bloomberg News.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di jadwalkan untuk mereview proposal kebijakan bahan bakar pada hari ini siering para pejabat berusaha untuk membatasi subsidi pada energi yang telah memacu impor minyak, turunnya cadangan devisa dan melemahkan rupiah. Harga bensin atau solar yang lebih tinggi atau membatasi penggunaan bahan bakar yang sebagian besar di danai oleh pemerintah akan memicu penigkatan inflasi, yang mana telah naik ke level tertinggi dalam -22 bulan pada bulan Maret.

“Inflasi naik dengan cepat telah mengkhawatirkan mereka karena itu sudah jauh diatas target mereka,” kata Euben Paracuelles, analis di Nomura Holdings Inc. yang berbasis di Singapura.”Perkara untuk menaikan suku bungan masih ada,” katanya, dia menambahkan bahwa bank sentral mungkin akan memulai kebijakan yang ketat pada semester kedua tahun ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar