Kamis, 14 Desember 2017

world-economy  World Economy

BI: Rupiah Menuju Equilibrium Baru

Selasa, 17 September 2013 16:21 WIB
Dibaca 628

Monexnews - Pergerakan nilai tukar rupiah yang berangsur-angsur bergerak stabil menunjukkan bahwa rupiah saat ini sedang bergerak menuju equilibrium (keseimbangan) baru. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo pada seminar bertajuk “How to Mix Fiscal and Monetary Policies to Face Global Economic Turbulences”, yang berlangsung pada Senin (16/9), di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Budi menambahkan, saat ini stabilitas rupiah memang menjadi fokus BI dan pemerintah. Pihaknya juga menegaskan, BI ke depannya akan tetap melanjutkan berbagai langkah dan kebijakan dalam upaya menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya.

BI juga memandang, mulai stabilnya nilai tukar rupiah diikuti dengan pasar valuta asing (valas) antarbank yang mulai kembali aktif. Berdasarkan cacatan BI, hingga akhir Agustus 2013, tekanan pada nilai tukar rupiah masih berlanjut dan ditutup pada Rp10.920 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 5,8 persen dibandingkan akhir Juli 2013 atau 11,7 persen dibandingkan akhir 2012.

Dewasa ini, rupiah berangsur-angsur stabil, dimana pada 11 September 2013 diperdagangkan di pasar pada kisaran Rp11.350 per dolar AS hingga Rp11.515 per dolar AS. Hingga kini, nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatannya. BI menilai, perkembangan nilai tukar rupiah dewasa ini konsisten dengan kondisi fundamental serta mendukung peningkatan ekspor dan penurunan impor dalam proses penyesuaian defisit transaksi berjalan.(ak)



 

Sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia 

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar