Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

BI Tahan Suku Bunga Sebelum Pemerintah Naikan Harga BBM

Kamis, 13 November 2014 16:33 WIB
Dibaca 553

Monexnews - Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dalam pertemuan pertama mereka sejak Joko Widodo menjadi Presiden, menahan diri dari pengetatan kebijakan moneter sebelum pemerintah naikan harga bahan bakar.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan para dewan meninggalkan suku bunga acuan di level 7.5%, di laporkan oleh bank sentral pada hari ini di Jakarta, level tersebut sudah bertahan untuk 12 bulan beruntun setelah dinaikan sebanyak 1.75% di tahun 2013. Keputusan tersebut sesuai dengan prediksi 21 dari 22 ekonom yang di survei oleh Bloomberg News, dengan satu orang memperkirakan akan ada kenaikan menjadi 7.75%.

Jokowi telah mengindikasikan bahwa dia akan memenuhi janji kampanyenya untuk memangkas subsidi energi  yang telah membebani anggaran negara dan neraca berjalan. Pemerintah akan naikan harga bahan bakar pada bulan ini dan belum memutuskan seberapa besar kenaikannya, diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil pada pekan lalu.

Euben Paracuelles, yang merupakan seorang ekonom di Nomura Holdings Inc., di Singapura, mengatakan sebelum keputusan dirilis bahwa saat ini benar-benar tidak ada ruang untuk mereka untuk naikan suku bunga lebih lanjut, kecuali kita melihat kenaikan yang sangat substansial pada harga bahan bakar, saya pikir Bank Indonesia akan tetap bertahan untuk sementara waktu."

Lembaga otoritas moneter tersebut juga mempertahankan tingkat suku bunga fasilitas deposito tidak berubah di level 5.75%.

Jokowi,  yang mewarisi pertumbuhan ekonomi pada laju paling lambat dalam lima tahun, sedang berusaha untuk membebaskan ruang fiskal untuk belanja infrastruktur dan berikan dukungan terhadap warga miskin. Inflasi telah turun menjadi 4.83% di bulan Oktober dari 8.2% di bulan Januari.

GDP naik sebesar 5.01% dalam periode tiga bulan yang berakhir 30 September dari setahun yang lalu, itu adalah level yang terlihat setidaknya sejak periode yang sama ditahun 2009.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar