Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

BI Turunkan Perkiraan Pertumbuhan Indonesia

Jumat, 13 Juni 2014 10:15 WIB
Dibaca 535

Monexnews -

Seorang pejabat Bank Indonesia mengatakan bahwa bank sentral mempertahankan suku bunga stabil karena meningkatnya resiko global dari melambatnya pertumbuhan di China dan akan berakhirnya stimulus moneter dari Federal Reserve AS. Selain itu, “dari dalam negeri, defisit current account masih menjadi masalah,” kata Yudha Agung, seorang direktur eksekutif kebijakan ekonomi dan moneter di Bank Indonesia.

Keputusan dari BI sesuai dengan perkiraan dari 12 ekonom dalam survey Wall Street Journal yang sebelumnya memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level 7,5%.

Bank Indonesia naikan suku bunga dengan total 1,75% di antara bulan Juni sampai November 2013 untuk menguatkan mata uang rupiah, yang telah merosot hampir 21% terhadap dollar pada tahun lalu seiring kaburnya para investor asing atas kecemasan pada defisit current account Indonesia. Rupiah telah menguat sebesar 3,1% terhadap dollar sepanjang tahun ini.

Kenaikan suku bunga dan serangkaian langkah dari pemerintah untuk membendung impor dan menarik investasi  bertujuan untuk mempersempit defisit current account yang mencapai 2.1% dari GDP kuartal pertama tahun ini. Langkah tersebut membantu membalikan kepercayan investor dan sekitar $11 milyar dana asing masuk ke pasar saham di antara periode Januari sampai Mei.  

“Bank Indonesia masih akan waspada terhadap ketidaksatbilan pelebaran yang berkelanjutan pada neraca current account, mempertahankan bias untuk pengetatan lebih lanjut,” kata ekonom di ANZ , Weiwen Ng dan Glenn Maguire dalam sebuah catatannya setelah keputusan di hari Kamis.

Pada hari Kamis, Agung mengatakan bahwa bank sentral perkirakan bahwa ekonomi akan tumbuh menjadi 5.15% pada tahun ini, itu merupakan penurunan lebih lanjut dari ekspansi tahun lalu di level 5.8%, itu adalah level terendah dalam empat tahun. Ini adalah kedua kalinya pada tahun ini BO memangkas perkiraan pertumbuhan, namun dedakan kepada bank atas mempertahankan kebijakan ketat adalah sebuah tanda dari komitmen bank sentral untuk mempertahankan defisit current account dan meredam inflasi. Inflasi konsumen telah berada di level 7.3% unutuk periode tiga bulan terakhir, itu jauh di atas kisaran target BI

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar