Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

Biaya Hidup di Asia Semakin Mahal bagi Warga Pendatang

Rabu, 17 Juni 2015 15:44 WIB
Dibaca 2651

Monexnews - Asia dipastikan menjadi benua dengan biaya hidup termahal di dunia bagi pekerja asing. Fakta itu terungkap dalam hasil survei Cost of Living yang dirilis oleh perusahaan peneliti, Mercer.

Dari 10 kota dunia dengan biaya hidup termahal bagi para ekspatriat, separuhnya berlokasi di Asia. Urutan 1 ditempati oleh ibukota Angola, Luanda, kemudian disusul oleh Hong Kong, yang naik setingkat dibandingkan ranking tahun lalu ke posisi runner-up. Adapun kota Asia lainnya yang masuk daftar top 10 yaitu Singapura, Shanghai, Beijing dan Seoul. Luanda sendiri menjadi kota termahal karena biasanya ekspatriat di sana perlu menghabiskan uang untuk keperluan pengamanan dan barang impor yang mahal.

Perubahan posisi dalam daftar kebanyakan dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar negara bersangkutan. Di China misalnya, biaya hidup bagi ekspatriat meroket seiring dengan penguatan kurs Yuan terhadap Dollar selama setahun terakhir. Alhasil sebanyak 9 kota dari negara ini termasuk dalam daftar 30 kota termahal.

Menurut bos Mercer, Nathalie Constantin-Metral, pergerakan kurs Yuan telah membuat harga barang-barang kebutuhan warga asing meningkat drastis. Sebaliknya di Tokyo, harga-harga cenderung turun sehingga ibukota Jepang ini turun empat peringkat dari survei tahun 2014 ke posisi 11. Padahal Tokyo sempat dinobatkan sebagai area dengan biaya hidup termahal pada tahun 2012 silam. Lagi-lagi faktor pelemahan nilai tukar Yen menjadi penyebab berubahnya pola harga produk-produk utama bagi warga asing.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Eropa bagian barat. Biaya hidup di sebagian kota besar ikut menurun seiring dengan depresiasi kurs Euro. Adapun 3 kota Eropa yang masuk dalam daftar top 10 semuanya berlokasi di Swiss (Zurich, Geneva dan Bern) yang notabene memakai mata uang Franc sebagai alat pembayarannya. Sejak bank sentral mencabut standar kurs 1,2 Franc per Euro bulan Januari lalu, harga-harga ikut meroket.

Survei Mercer consulting group menghitung harga lebih dari 200 item barang di 207 kota utama dunia termasuk hunian, makanan, transportasi dan hiburan. Selain menjadikan kota New York sebagai acuan perbandingan, Mercer juga mengukur perubahan kurs terhadap US Dollar. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar