Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

BoE Forbes Sinyalkan Peluang Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat

Senin, 26 Januari 2015 18:30 WIB
Dibaca 722

Monexnews - Tingkat suku bunga Inggris mungkin akan naik lebih cepat dari ekspektasi banyak orang jika laju inflasi rebound tajam dari penurunan saat ini, menurut salah satu dewan kebijakan Bank of England pada wawancara yang dirilis hari Senin. Anggota Monetary Policy Committee, Kristin Forbes mengatakan laju inflasi mungkin akan turun lebih lanjut dalam jangka pendek, namun kuatnya laju pertumbuhan di Amerika Serikat dan harga minyak murah dapat mendorong tingkat konsumsi masyarakat Inggris, dan kemudian akan memicu kebutuhan untuk kenaikan suku bunga. "Jika resiko yang saya fokuskan pada proyeksi terakhir kami terjadi, menurutku ada peluang bahwa laju inflasi akan naik lebih cepat dari ekspektasi banyak orang dalam jangka menengah, yang mana kemudian akan memicu peluang kenaikan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi banyak orang saat ini," ucap Forbes pada Wall Street Journal.

Tingkat suku bunga BoE bertahan pada rekor rendah 0.5% sejak awal 2009, dan pasar keuangan tidak memperkirakan adanya kenaikan hingga pertengahan tahun depan. Ekonom memperkirakan kenaikan di sekitar akhir tahun ini. Komentar dari Forbes senada dengan Gbuenrur BoE Mark Carney, yang pada hari Jumat lalu mengatakan sebaiknya untuk melihat lebih jelas dampak penurunan harga minyak terhadap inflasi. Harga minyak turun lebih dari setengah sejak pertengahan tahun lalu, mendorong laju inflasi Inggris ke level rendah 14 tahun pada 0.5% dan mengurungkan niat dua petinggi BoE untuk menaikkan suku bunga bulan ini. Namun Carney mengatakan tingakt suku bunga akan harus dinaikkan dalam kurun waktu 3 tahun kedepan, untuk mencegah inflasi naik melebihi target BoE pada 2%.
Kontras dengan hal tersebut, Federal Reserve AS nampak berada dalam jalur untuk menaikkan suku bunga jauh lebih cepat, yang diperkirakan akan terjadi di sekitar bulan Juni, dan Forbes mengatakan hal ini harus diperhatikan secara seksama. "Saat salah satu negara maju mulai menaikkan suku bunga, hal tersebut akan menjadi pengingat bagi investor dan pasar bahwa setidaknya pada sejumlah negara era suku bunga rendah, kredit murah, mulai berakhir," ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar